Mine

Salah Orang

“Permisi suster, saya mau menghampiri korban kecelakaan mobil. Ada dikamar berapa?” Samuel datang menghampiri meja receptionist rumah sakit.

“Maaf, bapak ada hubungan dengan korban?” Suster itu berusaha menenangkan Samuel yang kelabakan

“Saya saudara kandung dari saudara Hendrik. Bagaimana keadaan dia suster?”

“Nama saudara bapak Hendrik Setiawan?” Samuel mengangguk. Suster mengambil sebuah catatan di mejanya.

“Untuk keadaan, biar dokter yang menjelaskan.” Suster keluar dari mejanya dan menuju sebuah ruangan. Dia memberikan isyarat untuk Samuel mengikutinya.

Ketika di sebuah ruangan. Suster mempersilahkan Samuel masuk.

“Permisi dokter.” Kata Samuel yang hanya berbalas dengan anggukan.

“Bapak saudara dari Hendrik?” Samuel mengangguk.

“Iya dok. Bagaimana kabar dia? Kapan saya bisa melihat keadaannya?”

“Untuk sekarang dia masih belum bisa di jenguk. Dia beruntung dibandingkan beberapa temannya. Dia hanya mengalami patah tulang di tangannya dan benturan di kepalanya yang lumayan keras. Tetapi secara keseluruhan dia baik-baik saja” Samuel menghembuskan nafas lega ketika mendengar semua itu.

“Tapi..” Samuel menahan kembali nafasnya ketika dokter memberikan kata tapi.

“Jadi begini, dia seperti mengalami gangguan di otaknya. Dia seperti tidak mengenali diri sendiri. Dia menganggap dia adalah Mike, teman kerjanya. Saya belum bisa menjelaskan kenapa dia seperti itu. Saya masih perlu memeriksanya beberapa hari kedepan” Dokter menatap Samuel yang kebingungan. Samuel tidak mengerti dengan apa yang dikasih tau dokter.

“Oke, biar anda mengerti. Kita lihat keadaannya langsung” Dokter bangkit dari duduknya. Lalu memberikan instruksi untuk Samuel mengikutinya ke sebuah ruangan.

Ruangan rawat biasa. didalam dia bisa melihat Hendrik sedang tertidur. Keadaannya sudah dalam keadaan baik. Tetapi banyak perban di tangan dan kepalanya.

“Ini tubuh hendrik yang ada kenal bukan?” Dokter menunjuk Hendrik.

“Betul dia pac.. uhm saudara saya” Samuel hampir menyebutkan Hendrik pacarnya. Hendrik tidak memiliki keluarga lagi. Dia anak sebatang kara didunia ini. Keluarganya sudah pergi meninggalkan dia.

“Oke, tetapi ketika dia diselamatkan oleh masyarakat di lokasi kecelakaan. Dia mengaku bernama Mike. Dia meminta menghubungi seseorang dan itu ibunya Mike. Sedangkan Mike sudah meninngal dalam kecelakaan itu.” Samuel mulai mengerti sediikit demi sedikit.

“Nanti kalau dia sudah bangun. Jangan paksa dia terlalu keras untuk mengingat siapa dia. Biarkan itu dulu sampai saya tau itu karena apa” Dokter tersenyum dan Samuel hanya mengangguk.

“Panggil suster atau kabari saya bila ada sesuatu yang terjadi. Saya pamit dulu”

“Baik dok, terimakasih” Dokter pergi dari ruangan itu. Dan tidak beberapa lama Samuel melihat Hendrik mulai tersadar.

“Hei” Samuel menggengam tangan kiri Hendrik yang tidak di perban. Hendrik perlahan tapi pasti mencoba mengenali orang yang disampingnya.

“Siapa lu?!” Hendrik menarik tangannya. Tetapi meringis menahan sakit karena tangannya yang diperban terpentok.

“Tenang sayang. Ini aku Samuel. Inget kan?” hendrik bingung sendiri dengan Samuel yang dihadapannya

“Samuel siapa? Lu siapa? Jangan macem-macem Gue bukan homo! Jangan pegang tangan gue” Hendrik menepis tangan Samuel yang mencoba menggapainya. Samuel menghela napas sabar. Untung saja dokter sudah menjelaskan. Kalau tidak pasti dia sangat kaget melihat sikap Hendrik.

“Hendrik, tenang. Aku Cuma mau bantu kamu. Iya kamu bukan homo. Aku saudara kamu. Kamu gak inget karena aku jarang ketemu kamu” Penjelasan Samuel malah membuat Hendrik semakin terlihat heran

“hendrik? Gue bukan hendrik! Gue mike. Lu salah kamar. saudara lu pasti ada di kamar lain bareng sama josh dan Wulan.” Hendrik menyebutkan nama yang tidak Samuel kenal.

“Oke Mike, aku salah nama kamu. Oke. Yaudah sekarang kamu tenang dulu ajah. Aku disini mau bantuk kamu.. Oke?”

“Gak usah, gak usah. Oke? Gue gak kenal lu. Dan lu seperti mencoba mengenal gue. Gue cukup sama orang tua gue ajah. Kalau mau bantu gak usah. Makasih” hendrik seperti mencoba mencari handphonenya. Tetapi dia tidak menemukan handphonenya.

“Kamu cari apa?” Samuel masih sabar menangani Hendrik

“handphone” Dia sangat ketus kepada Samuel.

“Itu disamping kamu kan handphone kamu” Dia menunjuk kesebuah handphone. Tetapi Hendrik malah kebingungan.

“Itu bukan handphone gue. Hp gue gak semahal itu” Hendrik melirik handphone mahal yang berada di meja sebelahnya.

“Oh iya ini juga handphone gue sih. Tapi nyari handphonne lain gue” hendrik mengambil Iphone keluaran terbaru tersebut tetapi mencoba mencari lagi.

“Handphone kamu yang mana lagi? Kamu Cuma punya satu Hendrik. Kam mau telpon siapa?”

“Orang tua gue, dan nama gue mike. Please!” Hendrik kesal. Dia mencoba membuka layar iphone terebut tetapi di lock.

“Passwordnya Samuel” Samuel tersenyum kepada Hendrik. Hendrik hanya melirik, lalu mencoba membuka. Tetapi ketika dia mau membuka lock. Dia tidak sengaja membuka camera.

Hendrik terkejut dengan apa yang dilihatnya, Lalu dia berteriak sangat kencang. Dan terjatuh pingsan. Samuel yang melihat itu langsung panic dan mencoba memanggil suster dan dokter.

***

Sementara jauh disana. Di tempat kejadian ada 3 arwah yang kebingungan.

“Jadi kita sudah mati??” Arwah wulan menangis histeris ketika mendengar kenyataan bahwa dia sudah meninggal.

“dengan mohon maaf. Kenyataannya memang begitu. Kalian sudah saatnya menghadap yang kuasa” Ucap seseorang. DIa memakai jubah abu-abu. Dengan sayap di punggungnya dan tongkat ditangannya. Mereka tau kalau dia malaikat pencabut nyawa.

“Berdua? Tapi kita bertiga” Arwah Josh mencoba mencerna perkataan dengan perlahan

“Oh kalau dia tidak” Malaikat itu menunjuk Arwah Hendrik yang mematung menatap malaikat itu.

“gue? Gue belom mati nih?”Hendri melompat kegirangan. Tetapi lompatnya seperti terbang. Dia mampu melayang.

“Iya, waktu kamu masih lama.” Dia menepuk pundak Hendrik.

“sepertinya terjadi kesalahan. Saya memang harus menjemput 3 arwah. Tetapi seharunya arwah Mike. Bukan kamu” Malaikat itu melihat sebuah buku.

“Lalu kemana mike?” josh sepertinya sudah menerima dirinya menninggal. Dia terlihat santai saja

“Aku tidak tau. Sepertinya dia sudah menjadi arwah penasaran. Biasanya arwah penasaran akan tetap di tempat kejadian, ke rumah atau ketempat tujuan kalian. Nah aku tidak tau mereka dimana.” Dilihat dari gayanya sepertinya dia malaikat baru. Dia masih kebingungan dengan semuanya. Dia terus-terus membaca buku manual di tangannya.

“Micha!!” Seketika sebuah suara menggelegar diudara. Dan disambut dengan langit terbuka dan seseorang keluar.

“Harry?!” Malaikat yang awal terlihat ketakutan melihat malaikat kedua turun. Dia langsung bersembunyi di balik Josh.

“Tugas pertama dan sudah membuat kekacauan.” Malaikat kedua terlihat seperti malaikat sesungguhnya. Dia memaki jubah putih emas. Wajahnya sangat tampan. Sepertinya dia malaikat senior.

“Ampun Senior Harry. Aku tidak tau apa kesalahan saya” Malaikat pertama yang bernama Micha itu berjalan kearah Malaikat Harry dengan tertunduk.

“Kamu tidak tau? Kamu mengacaukan kehidupan disini. Kamu sudah membuat seorang arwah memasuki tubuh orang lain”

“Mike?” josh dan hendrik menyebut nama mike barengan. Malaikat harry melihat mereka.

“Kamu bawa dua arwah ini terlebih dulu. Aku akan mengurus dua arwah lain.” Sebelum Malaikat Micha membawa arwah josh dan Wulan. Josh menarik hendrik lebih dulu

“Tolong bilang ke orang tua gue. Gue bangga punya mereka dihidup gue. Bilang mereka gak usah sedih.” Josh tersenyum lalu mulai terangkat keatas oleh cahaya yang sangat terang. Wulan pun tidak mau kalah

“Tolong bilang gitu juga sama orang tua gue. Dan buat tunangan gue, bilang maaf gue gak bisa masakin dia tiap pagi. Maaf tidak bisa mendengar celoteh dia tiap malam. Dan bilang gue sayang sama mereka selalu” Lalu cahaya mengangkat mereka berdua.

Sepeninggal mereka suasana kembali menjadi gelap. Hanya ada mobil yang lalu-lalang. Yang pastinya tidak melihat kejadian itu. Tinggalah Hendrik dan Malaikat Harry. Tanpa berkata apapun dia berubah menjadi manusia dan Hendrik menjadi anjing.

“Mari kita cari tau kemana mike berjalan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s