Mine

Bangsat dan Homo

Samuel menatap Hendrik yang sedang tertidur. Dia pingsan setelah melihat dirinya di kamera. Samuel mengusap kepalanya lalu memberikan kecupan di dahinya.

“Cepet sembuh sayang” Samuel berbisik lalu keluar dari ruangan.

Setelah Samuel keluar, Hendrik langsung membuka matanya.

“Kenapa gue berubah menjadi Hendrik? Kemana tubuh gue yang sebenarnya?” Mike, dia tersesat di dalam tubuh Hendrik. Bagian badan memang Hendrik. Tetapi didalamnnya adalah Mike.

“Karena kamu mencoba kembali kedunia ini.” TIba-tiba sebuah suara muncul dari balik pintu. Orang tersebut langsung masuk dan menutup pintu. Dia membawa sebuah boneka di tangannya.

“Siapa anda? Saya hilang ingatan, saya tidak tau siapa anda.” Mike mencoba berpura-pura menjadi Hendrik

“Kamu memang tidak tau saya kok, tapi mungkin mengenal dia” Tiba-tiba boneka tersebut berubah menjadi Hendrik yang sesungguhnya. Dan orang tersebut berubah menjadi malaikat Harry.

Mike yang melihat tersebut menahan nafas ketakutan. Dia seperti melihat makhluk gaib.

“Astagaa!! Hendrik!” Mike hampir saja teriak. Tetapi Harry sudah memberikann isyarat untuk memelankan suaranya.

“Kenapa bisa begini? Ada apa ini?” Mike berusaha bangun dari tempat tidurnya lalu menghampiri Hendrik.

“Gue juga gak tau! Kenapa lo masuk di tubuh gue?” Hendrik yang asli menatap Harry berusaha mencari penjelasan. Begitu pula dengan mike yang ditubuh hendrik.

Malaikat Harry terlihat sangat cool, dia hanya menatap mereka berdua dengan santai. Wajahnya mempesona dan mampu membuat Hendrik salting.

“Mike, sebenarnya kamu sudah meninnggal dan harus kembali kedalam akhirat.” Malaikat Harry langsung ke pointnya. Mike mendengar itu langsung terkejut.

“Tetapi ketika di tempat kecelakaan, kamu panic dengan keadaan kamu. Tidak bisa kembali ketubuh kamu lalu kamu memasuki tubuh Hendrik.” Penjelasan Malaikat Harry membuat mereka berdua kebingungan.

“Kamu memang tidak mengingatnya, tetapi ketika menjadi arwah. Kamu seperti memohon untuk bisa kembali ke dunia dan entah kenapa Dia mengizinkan kamu memasuki tubuh Hendrik” Malaikat Harry menatap mereka Mike yang tertegun. Dia seperti tidak percaya dengan apa yang di dengarnnya.

Malaikat Harry melihat sesuatu di tangannya. Terlihat seperti Ipad masa depan. Lalu dia tersenyum.

“Dia baru sajah meninggalkan pesan untuk kamu Mike. Kamu punya waktu 2 minggu untuk berada di tubuh Hendrik. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau, apapun yang belum sempat kamu lakkukan.”

“Tetapi kenapa harus ditubuh orang lain? Kenapa aku tidak bisa di tubuh ku sendiri?” Pertanyaan Mike tidak dijawab Malaikat Harry. Dia hanya tersenyum, lalu dia terlihat seperti kabut yang akan menghilang.

“Itu jawaban yang harus kamu cari sendiri” Lalu dia menghilang. Mereka berdua panic ketika Malaikat Harry menghilang.

Hendrik panic karena dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. Karena saat ini tubuhnya sedang di pinjam paksa. Dan Mike bingung dengan semua yang terjadi.

“Kerja sama dengan Hendrik. Maka kamu akan menemukan jawabannya” Suara Malaikat Harry terdengar kembali dan membuat mereka berdua saling tatap.

TIba-tiba pintu kamar rawat terbuka, dan Samuel muncul dari balik pintu. Dia memberikan senyuman.

“Samuel!!” Hendrik asli mencoba memeluk Samuel. Tetapi dia tidak bisa, dia hanya melewati Samuel.

“Kamu sudah sadar?” Samuel tidak bisa melihat Hendrik Asli. Dia menghampiri Mike yang ditubuh Hendrik. Mike menepis tangan Samuel yang mencoba menyentuhnya.

“Gue buk..” Mike mencoba memberitau semuanya ke Samuel, tetapi tiba-tiba suara malaikat Mike kembali terdengar.

“Jangan kasih tau siapa-siapa tentang kejadian ini. Atau kalian berdua akan terlupakan selamanya”

Mike langsung bungkam seribu bahasa. Dia menjauhi Samuel lalu kembali ke tempat tidurnya. Samuel hanya menghela nafas lalu duduk dan sibuk dengan laptopnya. Hendrik yang melihat itu Cuma bisa sedih. Dia tidak tau harus bagaimana. Dia merasa menjadi korban. Dia tidak mengerti dengan kejadian ini.

“Pasti dia lagi sibuk-sibuknya. Sampai kusut gitu tampangnya. Kasian Samuel” Bisik Hendrik. Tetapi mike cukup bisa mendengarnya.

“Jadi dia siapa?” Mike berbicara kepada Mike. Tetapi karena Samuel merasa dia berbicara untuknya. Karena dia merasa mereka hanya berdua.

“Dia siapa?” Mike menatap Hendrik yang berada di sampingnya Samuel. Hendrik tersenyum menahan tawa.

“Ah bukan. Ngomong sendiri gue” Mendengar itu Samuel hanya mengangguk lalu kembali dengan laptopnya.

“Heh Mike. Tolong bilang sama Samuel supaya jangan paksain diri kerja. Nanti dia sakit. Jaga kesehatannya.” Hendrik mencoba berkomunikasi melalui Mike. Tetapi mike hanya menggeleng. Hendrik mendengus. Samuel merasa aneh melihat tingkah mike yang geleng-geleng sendiri.

“Kamu gak apa kan?”

“Gak apa-apa” jawab Mike singkat

“Besok kamu sudah bisa pulang ya. Setelah aku urus semuanya. Kamu bisa keluar dari sini.

“Oke” Jawabnya singkat lagi.

“Sam. Bisa tinggalin gue sendiri? Gue gak bisa tidur kalau ada orang liatin gue.”

“Hmm.. Kenapa? Biasa kamu kalau tidur harus ada aku” Samuel menutup laptopnya. Lalu menghampiri Mike di tubuh Hendrik. Dia berusaha memegang tangannya. Tetapi ditepis Mike.

“Please, jangan sentuh gue. Gue udah ilang sabar sama semua ini. jangan paksa gue” Mike mengepal tangannya. Dia merasa sangat lelah dan pusing dengan semua ini. Samuel kembali menghela nafas, lalu membereskan barang-barangnya lalu pergi.

Hendrik asli melihat itu langsung memarahi Mike.

“Apa yang lu perbuat!” Hendrik mencoba memanggil Samuel tetapi Samuel tidak mendengarnya

“Jadi lo Homo! Dia homoan lu?” Mike menatap Hendrik jijik. Hendrik yang ditatap seperti itu tidak suka.

“Iya kenapa??”

“Kenapa gue harus berada di tubuh homo jahanam sih?” Mike menutup matanya.

“Jadi lo itu homophobe ya?” Hendrik duduk di kursi.

“Gue bukan homophobe. Tetapi gue lelaki normal yang menjujung tinggi kebenaran. Dan homo itu gak bener. Kalian manusia hina yang kotor. Yang mencari kenikmatan dari sesama laki-laki. Kalian itu kecacatan yang di sengaja. Tuhan udah menciptakan cowok dan cewek supaya bersama. Bukan cowok-cowok.” Hendrik tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dia ingin menampar Mike tetapi dia tidak bisa. Dia hanya arwah.

“Bangsat ya lu” Hendrik langsung keluar dari ruangan tanmpa melalui pintu.

“Mending bangsat dari pada Homo” Lalu mike mencoba tertidur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s