Mine

Pacar Idaman

Hendrik berdiri di samping tempat tidur menatap Samuel yang sedang tertidur. Dia meneteskan air mata.

“Aku harus bagaimana?” Hendrik terisak. Lalu berusaha untuk menyentuh Samuel. Tetapi tiba-tiba Samuel membuka matanya lalu mentap Hendrik.

“Hendrik?” Samuel bangkit dari tidurnya. Hendrik tersenyum melihat itu seperti ada secerah harapan muncul. Samuel memakai kacamatanya. Tetapi baying Hendrik hilang.

“Samuel? Kamu bisa melihat aku?” Tidak ada jawaban dari Samuel. Dia melepas kacamatanya lalu kembali tidur. Hendrik merasa harapannya hancur. Dia merasa sangat sendiri saat ini. biasanya ketika dia hilang harapan. Samuel selalu bisa menyemangatinya. Meskipun dia sibuk dengan cafenya.

“Pasti dia capek. Bulak-balik antara café dan rumah sakit.” Hendrik lalu pergi dari kamar itu dan berjalan tanpa arah.

Sedangkan di rumah sakit, Mike asik denngan tontonan bola di kamarnya. Tetapi semua itu berubah ketika Malaikat Harry muncul.

“Kemana Hendrik?” Malaikat Harry muncul tiba-tiba disampingnya.

“Shit! Gue kira lo setan!” Mike hampir meninju wajah Harry. Mendengar pertanyaan Harry Mike hanya mmendengus meledek.

“Mike, kesempatan kamu akan dicabut. Tubuh ini akan menjadi milik Hendrik sekarang.” Harry membuka sebuah alat yang mirip dengan tablet. Mike yang sedang asik dengan bola langsung menatap Harry.

“Tunggu! Lo bilang gue punya waktu 2 minggu.”

“Iya betul, tetapi kamu tidak mengerti tujuan dari kamu dapat kesempatan ini. Dan kamu tidak sopan dengan pemilik tubuh ini” Harry mengotak atik tabletnya dan tablet itu mengeluarkan cahaya.

“Dengan kuasa yang diberikan dari Dia. AKu akan mencabut nyawa dari tubuh ini” Harry mau menunjukan tabletnya ke Mike, tetapi Mike melompat menjauh dengan cepat.

“Tunggu!! Gue gak ngerti. Jangan dulu!!” Harry menghentikan semua itu dan tabletnya berhenti mengeluarkan cahaya. Melihat itu Mike tenang lalu mendekat.

“Oke, gue gak sopan dengan Hendrik. Gue akan minta maaf. Okay?”

“Bukan hanya itu. Kamu harus memanfaatkan waktu 2 minggu ini menjadi pribadi yang lebih baik. Ini kesempatan langka. TOlong di gunakan” Mike mengangguk pelan dan enggan.

“Tolong kamu cari Hendrik sekarang. Ingat! Kalian harus kerjasama. Kesempatan ini bisa menghubah hidup kalian, orang lain dan sekitar.” Harry menghilang lalu tinggalah Mike yang kebingungan.

“Gue harus cari maho kemana?” Mike duduk di pinggir kasur. Tetapi dia di kagetkan kembali oleh Harry.

“Saya akan kasih kamu kalung berleontin air. Bila air ini berkurang, artinya kamu melakukan kesalahan. Dan kalau air ini habis, berarti kesempatan kamu habis. Tetapi bila air ini tetap penuh, kamu akan mendapatkan sesuatu.” Harry memberikan sebuah kalung dengan leontin biru. Didalamnya terdapat air yang di katakana Harry.

“Apa?”

“Mungkin hidup kamu” Lalu Harry menghilang lagi.

“Muncul saja sesuka hati, lalu menghilang lagi sesuka hati. Kayak gebetan” Mike melihat kalung tersebut dan secara ajaib, kalung tersebut terpasang di lehernya.

Mike seperti tidak terkejut. Sepertinya dia sudah terbiasa dengan keajaiban ini.

“Gue harus cari itu homo malam gini? Homo nyusahin.” Mike bersiap dengan jaketnya dan ketika dia mau keluar tiba-tiba air di kalungnya berkurang sedikit.

“Shit!!” Dia ingin marah tetapi dia tahan. Dia tau, dia harus menjaga perkataannya. Mike mengacungkan jempolnya keudara.

“usaha bagus”

Mike tidak mengenal Hendrik. Dia baru ketemu hari ini di tempat kerja. Dia tidak tau harus mencari Hendrik kemana. Tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide. Dia mengeluarkan handphone milik Hendrik sesungguhnya. Dia mencari nama Samuel. Tetapi tidak ditemukan.

Dia mencoba mencari di panggilan terakhir, ada tertulis kesayangan melihat itu Mike mau menyebut kata homo. Tetapi dia teringat akan kalungnya. Akhirnya dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Hendrik? Ada apa telpon aku malam-malam?” Suara Samuel terdengar mengantuk di ujung sana.

“Jemput di depan lobby rumah sakit sekarang.” Mike langsung menutup panggilan. Samuel masih kebingungan langsung bergegas menuju rumah sakit. Disana dia melihat sosok Hendrik sedang berdiri. Dia terlihat kedingingan. Dengan sigap Samuel langsung turun lalu menghampiri Mike didalam tubuh Hendrik.

Samuel memakaikan Mike mantel lalu membawanya ke dalam mobil.

“Astaga Hendrik! Kamu ngapain diluar begitu?” Samuel menggosokan tangannya ke telapak tangan Mike. Mike ingin menolak tetapi Samuel menariknya lebih dulu. Dia mencoba memberikann kehangatan di tangan Mike yang kedinginan.

Dia merasakan jijik diperlakukan seperti itu. Dia berusaha menarik tangannya lagi tetapi Samuel menatap tajam kearahnya.

“Diam! Jangan ngelak terus!”

“Udah gak usah, udah gak dingin sekarang.” Mike berusaha mencari alasan.

“Yakin?”

Mike hanya mengangguk. Dia tidak mau menatap wajah Samuel. Dia tidak mau harus berkata buruk. Takut mengurangi air di leontinnya. Tetapi dia memang merasakan tangannya sudah menghangat gara-gara Samuel.

“Makasih” ucap mike pelan. Samuel mengangguk lalu mulai menyetir.

Sesampainya dirumah yang dimasuki Samuel. Dugaan Mike benar, Hendrik sudah nangkring di atap rumah. Dia menatap tajam kearah Mike.

“Anjrit! Kayak setan tuh anak” Gumam mike. Samuel tidak mendengarnya dan berjalan mendahului Mike dan mmembukakan pintu.

“Kamu mau tidur di kamar biasa atau gimana?” Mendengar itu Mike bingung

“Maksudnya? Ya biasa ajah gue tidur dimana?”

“Kalau biasa berarti kamu tidur sama aku. Tetapi melihat keadaan kamu aku ngerti kamu gak akan bisa kan?” Samuel menuju ke sebuah kamar dan membukannya.

“Ini kamar tamu,, semua yang kamu perlukan ada didalam. Kalau butuh yang lain, pannggil aku oke?” Samuel meninggalkannya lalu memasuki sebuah kamar. Dan mike yakin itu kamar yang biasa Hendrik dan Samuel berzinah.

“Hendrik keluar lu!” Bisik Mike.

“Ngapain lu disini?” Hendirk muncul di dekat jendela dan membuat jantung Mike melompat.

“Stop jadi seperti setan. Lo udah buat gue kaget 2kali.”

“Lah emang gue lagi jadi setan. Kenapa gak gue memainkan perna gue? LAgian ini udah jam 3 malam. Waktunya setan keluar.” Hendrik duduk di kursi dekat meja. Mike menghampirinya. Tetapi Hendrik tidak mau menatap wajahnya. Dia masih sangat marah dengan Mike. Dan dia juga risih harus menatap dirinya sendiri yang sedang menatap dia.

“Gue minta maaf.” Mike memulai pembicaraan

“Untuk?”

“Ya untuk perkataan gue tadi pagi”

“yang mana?”

“yang bilang lu homo”

“Oh” Hendrik acuh tak acuh meladeni Mike. Dia sangat ingin meninju Mike saat itu.

“Lo mau minta maaf supaya leontin lu gak abis kan airnya?” Hendrik menembak langsung Mike. Mike mati kutu. Dia gelagapan.

“Ee.. ya tapi kerana emang gue udah kelewatan. Tapi lo harus mengerti posisi gue. Seumur gue hidup gue benci sama Homo. Seperti lo bilang, gue homophobic.” Hendrik Cuma terdiam mendengar itu

“Jadi gue akan mencoba belajar untuk menghilangkan itu.. okay? Deal?” Mike memberikan jari kelingkingnya.

“Okay, tetapi lo harus bisa memainkan peran sebagai gue. Menjadi seorang Hendrik yang biasa. Kalau gak, gue menolak kerja sama. Jadi lo yang rugi.” Hendrik tersenyum licik.

“Oke. Gue kan actor. Gue pasti bisa” Mike mencoba bersahabat dengan Hendrik. Hendrik pun mulai melunak.

“Meskipun berpura-pura jadi gay?” Mike mengangguk percaya diri. Sepertinya dia tidak tau maksud dari menjadi gay. Dia hanya mau menyenangkan Hendrik supaya dia mau kerja sama.

“Gue akan menjadi apapun. Sekalipun bahagiain Samuel. Meskipun gue gak bahagia sama dia” Hendrik tersenyum kecil melihat Mike. Melihat itu mike mulai tenang.

“Semua akan lancar dalam waktu 2 minggu” pikir Mike. Tetapi mereka terganggu oleh Samuel yang sudah berada di depan pintu.

“Kamu ngobrol sama siapa malam-malam?” Tatapan dingin Samuel menatap Mike. Hendrik mengerti Samuel, dia tau dia sedang marah saat ini.

“Dia lagi marah. Pura-pura!” Instruksi dari Hendrik menyadarkan Mike

“Oh gue lagi nelpon” Mike menempelkan handphone ke kupingnya.

“Pakai aku kamu” Hendrik tersenyum menjahili Mike.

“Kamu ngapain disini?” Mike berusha mengeluarkan kata-kata itu. Dia merasakan tubuhnya hampir muntah mengatakan itu

“Kamu gak bahagia sama aku? Maaf ya” Samuel keluar lagi dari ruangan. Senyum jahil Hendrik menghilang.

“Dia kenapa?” Mike kebingungan

“Kayaknya dia salah denger ucapan lu. Kejar dia sekarang”

“Kalau gue kejar gue harus ngapain?”

“Ya lu jelasin sama dia.”

“Jelasin apaan? Kalau gue bukan Hendrik dia? Kan gak boleh!!” Mereka berdua panic melihat Samuel seperti itu. Sebenarnya yang panic Hendrik. Mike panic karena Hendrik membuatnya panic.

“Please, jelasin kalau dia salah dengar. Bilang gue sayang banget sama dia” Hendrik seperti ingin meneteskan air mata. Mike menjadi serba salah.

“Okay, lo ikut gue. Gue gak tau harus bilang apa” Mike melunur ke kamar Samuel. Hendrik mengikuti di belakangnya.

“Kamu salah dengar. Ini semua gak seperti yang kamu kira.Tetapi kondisi ini aku masih bingung. SIapa kamu, siapa aku, ada apa dengan kita. Tetapi melihat kamu seoerti itu, aku tau kamu berarti buat aku” Hendrik berbicara disamping Mike dan Mike mengulangnya.

Samuel yang tadi menatap jendela berbalik menatap Hendrik palsu. Dia memegang lehernya lalu mencium bibirnya.

Hendrik seperti melihat Samuel mencium Mike. Dia tau itu bibir miliknya, tetapi dia seperti melihat sosok Mike yang sedang di cium oleh Samuel. Dia merasakan sakit sangat sakit.

Samuel memeluk Tubuh milik hendrik semakin erat. Sedangkan Mike yang didalam tubuh Hendrik hanya bisa terdiam. Ini memang tubuh Hendrik, tetapi dia mampu merasakan bibirnya sedang di kulum oleh cowok. Dia ingin mendorong tubuh Samuel, tetapi dia melihat Hendrik berdiri disampingnya.

Mike teringat akan janjinya kepada Hendrik. Mike memang seseorang yang berantakan, tetapi sekali dia berjanji dia akan melakukannya. Dan dia teringat akan tujuannya untuk kesempatan kedua ini. iitu semua membuatnya berani meladeni Samuel.

Dia membalas ciuman Samuel, dia menikmati pelukan dari Samuel. Mencoba membuat Samuel percaya. Tetapi Hendrik yang melihat itu menjadi sakit. Seperti melihat Samuel selingkuh di depannya.

“Mendengar kamu selingkuh saja sudah cukup membuat aku sakit hati” Kata Hendrik dalam hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s