Mine

Hanya Seorang Bangsat

Mike muntah-muntah di toilet. Hendrik hanya melihatnya dari tempat tidur. Setelah mencium Samuel, Mike langsung berlari ke kamar. Dan mencuci mulutnya.

“ANjriit! Gue cium cowo! Kalau bukan karena lo, gue gak akan mau cium dia lagi” Mike menghampiri Hendrik dan membaringkan tubuhnya di kasur.

“Tapi gue lihat sepertinya air di leontin lu bertambah.” Hendrik melirik ke leontinnya.

“Iya tau, tapi gue gak akan melakukannya lagi. Cukup ya. Ini pengorbanan besar buat orang yang baru gue kenal dalam beberapa hari. Sama sahabat gue sendiri, gue gak pernah melakuakn hal nekat kayak gini.” Hendrik bergidik memikirkan kejadian tadi. Dia merasa Samuel masih memeluknya.

“Mungkin ini pelajaran buat lo. Lu harus berkorban, lakukan hal baik buat temen lo. Karena dengan hal baik lu bisa menolong orang dan diri lu sendiri” Mike terdiam mendengar itu.

“Iya ya? Selama ini sepertinya emang gue terkenal sebagai orang yang egois.” Mike melihat leontinnya. Dia seperti mendapatkan hikmat akan kejadian tadi.

“Tapi tetap gue gak akan melakukan hal itu lagi. Masih banyak hal baik yang bisa gue lakukan.”

“Jadi homo gak baik?” Hendrik menatap iseng Mike

“Bukan gitu. Ya tapi lu tau kondisi gue. Jadi sekarang kita lupakan masalah tadi. Lebih baik gue tidur. Besok ada sesuatu yang mau gue lakukan.” Hendrik menatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul 4 pagi. Tetapi sebagai arwah, dia tidak merasakan ngantuk. AKhirnya dia meninggalkan Mike dikamarnya dan menuju ke kamar Samuel.

Dia tersenyum menatap Samuel yang tertidur dengan pulas. Dia terlihat sangat lelah dengan beberapa hal belakangan ini.

“Pasti café lagi rame deh. Gak ada aku, gak ada yang bawel supaya gak kerja malem-malem pasti” Hendrik melihat laptop yang masih menunjukan power on. Dan beberapa kertas yang berserakan.

“Maaf kalau aku selalu menyusahkan kamu” Hendrik mengusap rambut Samuel tetapi hanya lewat begitu saja. Akhirnya Hendrik duduk disamping Samuel dan memandangnya semalaman.

***

“ini rumah siapa?” Hendrik menatap rumah kecil yang dimasuki Mike. Rumah itu kecil dan taman yang tidak terurus membuat kesan rumah itu sangat berantakan.

“Ini rumah gue. Semoga nyokap ada” Mike mengetuk pintu rumahnya. Cukup lama kami menunggu, akhirnya mike mengetuk dengan cukup kencang hingga seorang wanita keluar.

“Anda siapa ya? Bisa sopan kalau bertamu?” Wanita paruh baya itu terlihat tidak suka dengan perilaku Mike yang terkesan ingin merobohkan pintunya.

“Maaf bu, saya sudah mengetuk pelan cukup lama. Akhirnya saya beri tenaga ekstra” Mike menatap datar wanita itu. Hendrik rasa itu bukan orang tuanya. Kalau itu orang tuanya, pasti dia akan senang.

“Lalu mau apa anda disini?” Wanita itu menatap tubuh Hendrik yang tidak ia tau itu adalah Mike. Dari atas ke bawah dia melihat.

“Saya Hendrik teman dari anak anda, Mike. Korban selamat dari kecelakaan anak ibu. Saya mau menyampaikan pesan sebelum Mike menghembuskan nafas terakhirnya.” Mendengar itu hendrik cukup kaget. Ternyata wanita itu orang tua dari Mike. Tetapi Mike melihat wanita itu dengan tatapan marah.

“Oh ya? Apa? Saya sibuk, tolong dipercepat.”

Hendrik bergantian menatap Mike dan nyokap mike. Dia merasakan sebuah hubungan yang sangat tidak baik diantara mereka. Mama mike tidak mempersilahkan Mike masuk. Dia seperti tidak tertarik dengan topic yang dibicarakan.

“Kata mike; Sekarang anda bisa puas? Anak haram anda sudah meninggal. Tidak ada aib lagi didalam hidup anda. Terima kasih sudah membesarkan Mike dengan sumpah serapa. Dan memberi nasihat caci maki. Sekarang kata-kata anda di pagi hari sebelum Mike berangakat sudah terwujud. Dia sudah kecelakaan dan dia meninggal.” Mike tersenyum puas setelah membicarakan itu. Seperti ada kepahitan di kata-katanya. Sedangkan nyokap mike dengan cepat menampar wajahnya Mike.

“Anda jangan kurang ajar. Saya tidak mengerti dengan maksud anda. Dan anda jangan coba untuk mengerti dengan kondisi keluarga saya. Lebih baik anda pergi dari rumah ini.” Tanpa basa-basi lagi, nyokap mike langsung membanting pintu dan meninggalkan mike di depan

“Ada apa ini? Dia nyokap lu, kenapa lu ngomong kayak gitu? Seharusnya lu manfaatkan kesempatan ini untuk minta maaf.” Hendrik berlari mengikuti Mike yang keluar dari halaman rumah dan berjalan di trotoar.

“Hahaha emang ini kesempatan yang gue tunggu. Dan gue akan menggunakan ini dengan baik. Satu sudah tinggal beberapa hal lagi” Mike berjalan makin cepat dan seakan tidak peduli dengan air leontinnnya yang berkurang.

***

“Mike, apa yang akan lu lakukan lagi?” Hendrik pusing dengan tingkah Mike yang mendadak berubah. Dia seakan tidak peduli dengan air yang berkurang. Dia hanya terus menatap ke sebuah pabrik.

“Ssstt.. udah diam ajah. Gue sedang mempergunakan kesempatan gue dengan baik.” Mike terus menatap ke sebuah pabrik. Terlihat seperti pabrik makanan. Mike seperti mengharapkan seseorang keluar.

Dan tidak beberapa lama, sebuah bel berbunyi cukup keras. Dan keluarlah sekumpulan pekerja dari dalam pabrik tersebut. Ketika seseorang laki-laki keluar, mike terlihat sangat senang. Dia langsung bangkit dan menghampiri laki-laki tersebut.

“Mike! Gunain kesempatan lu dengan baikk!!” Hendrik berteriak, tetapi mike hanya memberikan jempol untuk Hendrik.

Hendrik merasa laki-laki dari pabrik itu adalah ayahnya. Tetapi sepertinya hubungan Mike dengan ayahnya baik. Karena mike terlihat senang.

Hendrik mengikuti Mike dari belakang dan mencoba menguping.

“Permisi, Bapak Adit?” Mike terlihat sangat ramah dengan laki-laki itu. Hendrik semakin yakin kalau dia ayahnya Mike. Dia terliihat sudah berumur.

“Ya betul, anda siapa?” Laki-laki itu tersenyum melihat Mike, dia melihat tubuh hendrik dari atas sampai bawah dengan senyuman yang aneh. Itu senyum yang sangat dikenal Hendrik, senyum ketika gay menemukan pasangan gay.

“Saya Hendrik, teman Mike. Anak dari Bapak Santoso yang baru saja meninggal kecelakaan.” Mendengar semua itu, laki-laki itu menjadi pucat menatap Mike.

“uhm, ada masalah apa dengan saya?” Bapak yang bernama Adit itu memberikan jarak diantara mereka. Seperti ada hal yang sangat di takuti.

“Mike titip pesan kepada saya sebelum dia menghembuskan nafas terakhir” Senyum Mike langsung berubah menjadi datar. Dia menatap dengan tatapan yang dia berikan kepada ibunya tadi.

“Kata Mike; anda sudah puas menjadi pengganggu rumah tangga? Menjadi pemisah diantara keluarga yang saling memiilki?” Wajah bapak Adit semakin pucat. Bibirnya bergetar seperti menahan kata-kata. Dia berusaha berjalan menghndari Mike tetapi mike menahannya.

“Anda adalah homo paling hina diantara homo hina di muka bumi ini. Anda telah membuat Bapak Santoso menjadi homo hina seperti anda. Dan membuat dia dikeluarkan dari kepolisian karena frustasi ketahuan berhubungan dengan homo macam anda.” Bapak Adit berusaha melepaskan genggaman tangan Mike. Tetapi kepalan Mike semakin kuat. Hendrik tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia sangat bingungg dengan semua ini.

“Terima kasih telah membuat Bapak Santoso bunuh diri. Dan membuat istrinya sangat frustasi dan membuat istrinya membeci anaknya sendiri.” Mike memberikan senyuman yang sangat jahat menurut Hendrik. Lalu Mike melepaskan genggamannya.

Mungkin karena Mike terlalu kuat menggengam, bapak Adit jatuh tersungkur ketika Mike melepaskan genggamannya.

“Jangan dekati saya lagi!!” Bapak adit bangun lalu berlari menjauhi Mike.

Hendrik menatap Mike tidak percaya, dia menggunakan kesempatan ini untuk hal yang sangat dilluar dugaan Hendrik.

“Ceritakan sama gue semuanya.” Mike hanya menatap Hendrik lalu meninggalkannya kembali.

Sebelum Mike pergi, dia melihat ada kepahitan dan luka yang sangat dalam di dalam jiwa Mike. Ada kemarahan dan kesedihan yang membungkus Mike menjadi seperti itu.

Hendrik mengejar Mike lalu berjalan disampingnya. Mike tidak berkata apa-apa, akhirnya begitu juga dengan Hendrik. Dia hanya berjalan lalu menggenggam tangannya. Dan tiba-tiba tubuh mike berguncang, di sepanjang jalan itu dia menangis seperti anak kecil. Dia menangis tanpa suara, dan menjadikan itu tangisan yang paling sedih. Mike hanya berjalan dengan kepala tertunduk. Dan tidak ada yang melihat Mike sedang menangis dan hendrik menggandeng tangannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s