Mine

Kenyataannya

“So, tell me. Apa yang sebenarnya terjadi tadi?” Hendrik memandang Mike yang sedang memandang tubuh hendrik di cermin.

“Hmmm… Tubuh lu gak ada bagus-bagusnya. Gak pernah olahraga berat? Lembek semua” Mike memainkan lemak di tangan. Lalu dia beralih ke perut Hendrik yang buncit.

“Gak usah lu mainin tubuh gue! Jawab pertanyaan gue” ingin rasanya Hendrik mengambil alih kembali tubuhnya. Tetapi apa daya dia hanya arwah

“Ya, ceritanya cukup panjang. Lu bakal bosan.” Mike sekarang mulai melakukan push up. Mencoba memberi otot di tubuhnya Hendrik.

“Gue gak akan bosan. Gue pendengar yang baik.” Hendrik sangat keras kepala mau mendengar penjelasan Mike untuk kejadian hari ini. tetapi sepertinya Mike mau menyembunyikan semua itu sendiri.

Mike terlihat seperti seseorang yang sangat tangguh. Dia sosok bad boy yang seakan tidak takut apappun. Tetapi hari ini Hendrik telah melihat sosok Mike yang lain. DIa sangat rapuh, dia sangat tersakiti. Tetapi tidak ada yang tau. Karena Mike menutupi itu semua. Mungkin Hendrik memang baru kenal Mike beberapa hari, tetapi hari ini seperti menonjolkan sosok mike yang asli.

“Ya, gimana ya mulainya? Gue bukan orang yang gampang cerita sih. Lu pancing deh biar gue tangkep.” Mike masih melakuakn beberapa adegan olahraga.

“Jadi ada apa lu dengan nyokap lu?” Hendrik duduk disebelah Mike yang sedang sit up.

“Tidak ada apa-apa. Tetapi emang dari dulu dia benci ajah sama gue. Gue anak satu-satunya, jadi dia melampiaskan semua kekesalannya dan pikirannya ke gue.”

“Why?”

“I don’t know. Gue rasa, dia menganggap gue sebagai anak pembawa sial. Yang menyebabkan semua kejadian sial di keluarga gue.” Mike terus melakukan olahraga lantainnya. Dengan nafas terengal-engal dia menceritakan keluarganya ke Hendrik.

“Dulu, katanya nyokap bokap adalah keluarga yang harmonis. Mereka menikah setelah pacaran hampir 5 tahun. Sudah mengenal satu sama lain dan mengerti satu sama lain. Tidak beberapa lama menikah, akhirnya nyokap mengandung gue. Untuk bulan pertama mereka sangat gembira menanti kehadiran gue. Hingga suatu saat” Mike berhenti bercerita. Dia menatap Hendrik lalu duduk disebelahnya. Mereka duduk dengan bersandar dinding menghadap lemari besar.

“Laki-laki akan selalu menjadi laki-laki. Ketika kita sudah menikmati sesuatu pasti akan ketagihan. Begitu pula dengan sex. Selama mengandung gue, nyokap jarang kasih jatah ke bokap. Takut mengganggu kehamilan. Begitu pula setelah melahirnkan, nyokap hamil normal, jadi dia harus puasa hampir setengah tahun. Mungkin bokap gue sudah bosan dengan manual. Lalu datanglah pengganggu itu.” Mike mengepalkan tangannya.

“lelaki yang gue temui di pabrik dulu tetangga gue. Awalnya ortu gue sangat welcome dengan kehadiran dia. Sebagai anak perantauan, nyokap sering ajak dia makan di rumah. Dan disitu dia bertemu bokap gue. Bokap gue polisi, dia memiliki tubuh kekar pujaan para homo bangsat.” Mike memandang Hendrik yang sedikit terusik dengan kata-kata ‘homo bangsat’

“Ya, lu denger ajah okay? Anggap gue sedang bicara sendiri. Jadi gue mau melampiaskan semuanya. Jangan merasa tersinggung. Ini supaya kita bisa menjadi tim yang hebat okay?” Hendrik mengangguk mendengar itu. Lalu Mike kembali melanjutkan ceritanya.

“Dia tau bokap sudah lama tidak di beri jatah sama nyokap. Mungkin itu menjadi kesempatan dia untuk merayu bokap dan akhirnya terjatuh ke dosa itu. Dia akhirnya menjalin hubungan sama si bangsat itu. Dia sering pergi bareng berdua, mmenginap. Awalnya nyokap tidak curriga. Sampai suatu saat, dia melihat kalau bokap sedang melakukan hal kotor itu kantornya. Di ruangannya. Dan membuat dia terkejut dan semua temannya mengetahui itu.”

Hendrik merasakan kengerian. Dia selama ini membaca cerita tentang gay yang bercerita seseorang suami yang melakukan sex dengan gay. Dulu dia menganggap itu sebagai fantasi. Tetapi ternyata kenyataan.

“Bokap gue stress dan tertekan ketika semua orang tau dia berhubungan dengan gay dan menganggap dia sebagai homo. Dan akhirnya dia bunuh diri di dalam kantornya. Dan itu membuat nyokap gue ikutan stress. Dia harus kehilangan sosok suami dan ayah. Akhirnya melampiaskan semua itu ke gue. Dia menganggap gue adalah biang keladi dari semua masalahnya. Dari gue kecil, gue dirawat nenek gue. Nyokap tidak pernah sekalipun mau melihat wajah gue. Sekalinya melihat, dia akan mengeluarkan caci maki. Dia mau supaya gue mati, gue gantung diri. Dan yang paling parah disaat gue umur 12tahun. Gue mau dijual di tempat perkumpulan gay. Tetapi nenek gue nyelamatin gue.”

Hendrik tidak tau harus berkata apa. Dia sudah sangat terkejut mendengar itu semua. Dia hanya menatap Mike yang menyandarkan kepalanya ke dinding. Dengan mata terpejam dia mencoba menahan air mata yang mungkin akan segera turun.

“Itu sebabnya kenapa gue sangat benci dengan kaum seperti lo. Sorry, meskipun kita satu tim. Tetapi gak membuat gue gak benci sama lo dan pacar lo. Jadi dari pada gue menunjukan kebencian gue. Lebih baik menganggap lo berdua bukan gay.” Mike berdiri lalu meregangkan ototnya.

“Sorry kalau gue udah membuat lo membuka semua kenangan lama.”

“Its okay, setidaknya itu memperjelas hubungan kita. Jadi jangan anggap gue berteman dengan lo. Kita satu tim” Hendrik mengangguk lalu ditinggal mandi oleh Mike.

Hendrik menjadi merasa sangat kangen dengan keluarganya. Dia merasa sangat merasa sendiri saat ini. Keluarga Hendrik tau kalau dia seorang gay, dia sangat menerima keadaan Hendrik. Tetapi tidak dengan keluarga besarnya, tidak dengan lingkungannya. Mereka semua menganggap gay adalah penyakit yang bisa menular. Dan itu membuat keluarganya di jauhi oleh lingkungan dan keluarga besarnya.

Bahkan ketika keluarga hendrik harus mengalami kecelakaan pesawat. Tidak ada yang mau menampung Hendrik. Semua menolak menerima Hendrik. Akhirnya dia drop out dari universitas dan berjuang melanjutkan hidup.

Untung saja dia bertemu Samuel. Bertemu dan saling mencintai dan saling mendukung. Samuel yang mendorong hendrik untuk melanjutkan studynya. Dengan sedikit bantuam, membuat dia terlihat menumpang hidup dengan Samuel. Dan sekali lagi, semua orang menganggap dia parasit. Dan hanya mencintai materi Samuel.

Dia bersyukur bertemu dengan Samuel. Samuel yang mampu membuat dia melanjutkan hidupnya yang mati. Tetapi rasa sayangnya kepada Samuel adalah tullus. Sekalipun Samuel tidak memliki apa-apa. Dia akan mencintai Samuel seperti sekarang. Tetapi sekali lagi, manusia lain tidak bisa membaca isi hati kita, tidak bisa membaca pikiran kita. Mereka akan menilai menuru pandangannya masing-masing. Tidak salah, sudah menjadi kodratnya seperti itu.

Dia mencintai Samuel seperti seorang ayah yang mampu menjadi seorang panutan. Dia mencintai Samuel seperti seorang kakak yang mampu menjaganya disaat semua orang membencinya. Dia mencintai Samuel seperti seorang sahabat yang selalu ada disaat duka maupun suka. Dia mencintai Samuel seperti seorang kekasih yang menaruh kasih di setiap waktu.

Meskipun dia tau, ada orang lain didalam hati Samuel. Meskipun dia tau, ada beberapa orang didalam hati Samuel. Dia tetap menganggap Samuel satu-satunya di dalam hati. Meskiipun dia tau, suatu saat posisinya akan segera disingkirkan.

Hendrik merasa sendiri, dia merasakan kekosongan sangat dalam di hatinya. Dan Mike melihat itu, Hendrik termenung menatap keluar jendela.

“Its okay, kita bisa berteman. Gue rasa, tidak buruk punya teman di saat-saat terakhir gue” Mike memberikan senyum kepada hendrik. Dan memberikan suasana hangat di Hendrik.

Hendrik menatap leontin Mike yang sudah terisi sangat sedikit. Mungkin bila Mike melakukan kesalahan, dia akan segera pergi dari dunia ini.

“Thanks”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s