Mine

Homo, Bangsat dan Homo Bangsat

Hubungan Hendrik dan Mike sepertinya berjalan lancar. Mereka mencoba saling memberi dan saling menolong. Setelah kejadian semalam, leontin Mike bertambah airnya secara tiba-tiba. Mungkin itu salah satu pelajaran untuk Mike untuk mengerti orang lain.

“Jadi apa yang akan kita lakukan hari ini?” Mike menghampiri Hendrik

“Bukan kita, tapi lo. Lo harus bantu-bantu Samuel di café.”

“Samuel punya café?” Hendrik hanya mengangguk.

“Keren juga dy. Hmm sepertinya banyak hal yang harus gue ketahui tentang Samuel.” Mike mengambil handphonenya. Secara teknis, itu handphone Hendrik.

“Samuel. Dia itu tinggal sendiri di sini bareng gue. Keluarganya tinggal di Jepang. Disini dia ada usaha café. Dia itu workaholic, jadi tugas u yang utama adalah mengingatkan dia kalau dia udah mulai gila sama kerjaannya” Mike mencatat apa yang di katakana oleh Hendrik.

“Samuel, dia malas kalau disuru makan. Tapi dia suka sama sosis dan nugget. Jadi senjata terakhir kalau dia gak mau makan adalah 2 hal itu. Lalu, dia suka sama susu coklat panas kalau pagi-pagi. Jadi tugas lu juga harus buatin itu pagi-pagi. Selebihnya, sejalannya ajah akan lu tau”

“Kok lu jadi kayak pembantunya dia?” Mike tertawa tetapi Hendrik cuma menatap datar. Dan itu membuat Mike berhenti tertawa.

“Okay, sorry. Gue akan ingat ini. dan sekarang dimana cafenya?” Hendrik menunjuk sebuah kunci. Dan Mike mengambilnya. Dan Mike tau ini adalah kunci mobil.

“Kita naik mobil?” Hendrik mengangguk, lalu pergi dari ruangan menembus dinding

“dasar setan”

Mike segera menyusul Hendrik. Dia menatap mobil yang cukup keren untuk Mike.

“Ini mobil lu?”

“Iya, Samuel yang beli. Katanya biar gue gak manja minta di anter. Tapi karena gue malas nyetir, lebih sering uber sih” Mike menggeleng-geleng mendenger itu

“Manja? Kalau dikasih mobil bukannya tambah manja?” Mike dan Hendrik tertawa. Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil.

Untuk sesaat, mike memandang stir mobil untuk cukup lama. Sepertinya Hendrik mengerti kalau Mike masih trauma dengan kecelakaan yang dia alami.

“Mau uber ajah?” Mike mengangguk mendengar pernyataan Hendrik.

“Ide bagus” lalu dengan cepat Mike keluar dari mobil.

***

“Kamu ngapain disini? Kenapa gak istirahat ajah?” Samuel mengusap pipi Hendrik yang didalammnya Mike. Mike hampir mengelak, tetapi Hendrik sudah dahulu mengingatkannya.

“Its okay, aku bosan di rumah.” Dengan halus Mike menurunkan tangan Samuel di pipinya. Berharap itu tidak terlihat seperti penolakan.

“Tapi kamu baru pulang dari rumah sakit. Kamu pulang ajah ya lagi?”

“gak apa-apa.”

“Gak, kamu pulang ajah sekarang. Aku gak apa-apa. Udah sembuh”

“Tapi..” Samuel mencoba membujuk Mike pulang. Tetapi tiba-tiba ada seseorang datang menghampiri mereka.

”Sorry ganggu, Sammy aku bisa mulai kerja dari mana?” seseroang laki-laki berperawakan manis. Dengan kacamata bulat besar kekinian, dan ditambah poni membuat laki-laki itu seperti bagian dari boyband.

“Ah, Aldi. Udah dateng? Ee… uhmm.. Kamu ke Mona dulu ya. Tanya dia dulu” Samuel terlihat seperti gugup melihat laki-laki yang bernama Aldi. Dia tidak berani menatap Mike.

“okay, see you ya” Dia berlalu dan memberikan sebuah kedipan untuk Samuel. Setelah itu dia memberikan tatapan siinis ke Mike dan berlalu.

“Siapa dia?” Mike dan Hendrik bertanya barengan.

“Ah, dia pegawai magang. Yaudah kamu pulang ya? Istirahat dirumah” Mike melihat wajah Hendrik menjadi muram. Tetapi ada kemarahan di matanya.

“Gak, kenapa kamu mau banget aku pulang? Karena ada pegawai magang itu?” Mike seperti menembak Samuel.

“Ahh, nggak lah. Aku gak mau kamu kecapean.”

“Gak akan sekarang minggir.” Mike meninggalkan Samuel lalu hendrik mengikutinya.

“Mike, lu mau ngapain? Lebih baik kita pulang ajah.” Hendrik mengejar Mike yang berjalan kearah Aldi.

“udah diem ajah. Lu mau gue bantu lu kan?” Hendrik tidak mengerti apa yang akan di lakukan Mike.

“Halo, pegawai magang ya? Kenalin gue Mi.. uhm Hendrik.” Mike mengajak Aldi kenalan. Hendrik semakin cemas dengan apa yang akan dilakukan Mike. Dia tau ini akan kacau.

“Oh iya. Gue aldi.” Aldi terlihat tidak ramah menatap Mike.

“Selamat bergabung di café pacar gue. Semoga kita semua bisa berkerja sama” Mike mencoba memeluk Aldi. Dan dia seperti membisikan sesuatu di telinga Aldi. Dan itu membuat Aldi menahan marah. Wajahnya memerah dan seperti ingin menahan nangis. Mike terlihat santai lalu meninggalkan Aldi yang sedang bersiap.

“Lu bisikin apaan ke Aldi?” Hendrik seperti anjing peliharaan yang mengikuti Mike kemanapun Mike pergi.

“Gak apa-apa. Cuma beberapa hal untuk membela lu.”

“Ya apaan?” Mike tidak menjawab lalu pergi dari pantry dan mencoba memulai hari pertamanya.

Suasana di café semakin panas. Terasa seperti ada persaingan panas antara Mike dan Aldi. Samuel melihat itu Cuma bisa diam tidak berani untuk mendekat ke mereka berdua. beberapa pegawai lain tidka mengerti dengan keadaan hanya bisa menonton dari jauh.

Hendrik berusaha menenangkan Mike agar tidak mencoba menjatuhkan Aldi. Tetapi pada dasarnya Mike adalah orang yang tidak mau kalah dari apapun. Hendrik terus membantu Mike cara kerja di Café ini. dan untung saja, Mike sangat cepat tanggap. Dia mampu belajar dengan cepat. Dan membuat dia mampu menjadi seperti Hendrik bila sedang bertugas.

Dan sepertinya memang suasana antara Mike dan Aldi semakin panas, dan siap meledak untuk di hari pertama mereka bertemu. Dan ketika mereka mau tutup. Mike seperti mendapat kesempatan untuk mencari masalah dengan Aldi.

Mike dan Hendrik melihat Aldi asik menempel dengan Samuel. Seperti mmenggoda Samuel dengan rayuan mautnya. Mike benci dengan homo dan benci sekali dengan perselingkuhan. Dia melihat Aldi seperti sosok Adit yang menggoda bokapnya.

“Mike, please jangan cari gara-gara.” Hendrik, dia orang yang sangat takut-takut dalam bertindak. Dia tidak mau membuat keributan. Dia terbiasa berada dibawah baying-bayang orang yang lebih hebat dari dia.

“Diam! Gue mau labrak tuh lonte” Mike menghampiri Aldi dan Samuel. Samuel yang melihat itu berusaha menjauh dari Aldi. Tetapi Aldi memang sengaja mau memanasi. Dia mengelus wajah Samuel dan bermanja di tangan Samuel. Samuel terlihat sangat tidak nyaman dengan keadaan itu

“Minggir” Mike menatap panas ke Aldi. Tetapi memang Aldi mencari gara-gara. Dia tidak bergeming.

“Kenapa sih?” Aldi menatap panas balik Mike

“Dia pacar gue, gue mau ngomong sama dia. Jadi lebih baik lu minggir sekarang atau gue robek muka lo” Samuel menatap kaget. Dia tidak pernah melihat hendrik seperti itu. Dia melihat sosok lain. Tetapi memang seperti itu kenyataannya. Hanya dia tidak tau

“Oh gue tau, lalu kalau dia pacar lo gue gak boleh deket sama dia? Toh masih pacar kan?” mendengar itu Mike menjadi sangat geregetan lalu berusaha menarik Aldi dari tangan Samuel. Dan disini lah perperangan itu dimulai.

Aldi tidak suka dengan hal itu dia mmencoba mendorong Mike. Samuel yang melihat itu menghalangi agar tidak mengenai Mike. Aldi berusaha untuk melewati Samuel, dia seperti ingin mencakar Mike. Tetapi mike terlihat santai karena usahanya sia-sia.

“Kamu minggir” Aldi terlihat nyerah. Dia berusaha ngomong baik-baik dengan Samuel.

“Kamu pulang ajah sekarang. Udah selesai juga kerjaan kamu.” Samuel memegang pundak Aldi. Tetapi aldi tidak puas kalau tidak membalas. Dia menatap Samuel dan seperti memberikan kode dari matanya. Hendrik penasaran, lalu mencoba mendekat. Aldi mencoba kembali memberikan kode, tetapi Samuel hanya menggeleng.

“Kamu mau kasih tau dia atau aku yang kasih tau?” Aldi berbisik, tetapi hendrik dan mike masih bisa mendengar itu. Samuel tidak menjawab, dia hanya mencoba membalikan badan Aldi dan berharap Aldi segera pulang.

“Kasih tau apa Sam?” Mike mencoba menghampiri mereka berdua.

“Kasih tau kalau gue juga pacar dia” hendrik sangat terkejut mendengar itu. Dia merasa sangat lemas.

“Pacar? Maksud dia apa sam?” Mike memegang pundak Samuel. Sekarang posisinya Samuel berada di tengah antara Mike dan Aldi. Dia hanya tertunduk mencoba kabur dari semuanya.

“Iya, gue ini pacarnya juga! Gue yang selama ini memuaskan nafsu dia kalau dia lagi tinggi. Lo itu pacar gak guna yang Cuma bisa numpang dirumah dia menjadi parasit di kehidupan Sammy. Salalu menyusahkan Samuel dan memanfatkan duitnya Samuel. Dasar sampah!” Aldi berbicara di depan wajah Mike. Sangat dekat. Dan tiba-tiba dengan cepat Mike memberikan tinju di wajahnya yang manis itu. Lalu menendang Aldi.

Samuel kaget kembali melihat itu. Kali ini dia melihat sosok berbeda dari Hendrik. Samuel menghampiri Aldi yang terpental jauh.

“Dasar lonte! Lo itu Cuma homo bangsat yang gak tau diri ganggu hubungan orang. homo macam lo harus di musnahkan dari muka bumi. Lo gak berhak ganggu hubungan orang. dasar homo bangsat!” Mike mencoba kembali memukul wajah Aldi. Tetapi beberapa pekerja mencoba menahan dirinya. Samuel pun menjaga agar Aldi tidak dipukul.

“Hendrik cukup!”Samuel membentak Mike. Hendrik yang melihat itu hanya bisa lemas dan tidak terasa dia menangis. Dan secara tiba-tiba dia merasakan kendali akan tubuhnya. Mike seperti hilang dari tubuhnya.

“Ada apa sama kamu? Kenapa kamu berubah menjadi seperti ini? Kamu bukan Hendrik yang aku kenal” Samuel menatap aneh kepadanya, kepada Hendirk bukan Mike. Dia merasa sangat sakit melihat semua kejadian ini. hingga dia menjatuhkan air mata yang membuat Samuel menjadi terdiam.

Satu sisi Samuel merasa bersalah dengan pengkhianatan ini. tetapi dia merasa aneh melihat Hendirk yang menjadi sangat agresif seperti ini. biasanya Hendrik selalu berusaha keluar dari permasalahan. Tetapi melihat Hendrik menangis adalah kelemahan buat dirinya. Dia merasakan sangat sakit didalam hatinya. Samuel memeluk tubuh hendrik. Beberapa karyawan yang lain berusaha membangunkan Aldi yang babak belur.

“Maaf” hendrik meninggalkan Samuel yang terpatung menatap dia.

Setelah keluar dari café dia kembali kehilangan kendali akan tubuhnya. Dan sekarang Mike yang mengendalikan tubuhnya

“Apa yang lu lakuin tadi? Kok lu bisa masuk ke tubuh lu?” Mike bingung tetapi dia berhenti bertanya ketika melihat hendrik yang tersungkur menangis. ketika Hendrik masuk kedalam tubuhnya kembali, mike merasakan sesuatu dihatinya. Dia seperti bisa merasakan apa yang Hendrik rasakan, dia seperti mengerti apa yang sedang Hendrik pikirkan. Dan itu sama sakitnya seperti dia melihat keluarganya hancur.

Mike menghampiri hendirk yang tersungkur dan berusaha menggengam tangannya. Orang yang melihat itu hanya merasa heran dengan tingkahnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s