Mine

Kesempatan

“Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tidak bahagia bersama saya?” Mike menyampaikan apa yang dikatakan Hendrik. Samuel hanya terduduk terdiam dan hanya bermain dengan handphonenya

“Sam, kamu yang mengatur pertemuan ini. Tetapi kenapa kamu yang mengabaikan aku?” Kembali kata-kata Hendrik disampaikan Mike.

“Aku tidak tau harus berkata apa. Aku juga tidak tau harus bagaimana sekarang. Yang ada dipikiran aku, aku ingin saja bertemu dengan kamu.” Samuel menaruh handphonenya. Mike melihat tampilan pokemon go. Melihat itu mike sedikit emosi.

“Nanti aku buang hapenya kalau kamu masih sibuk dengan pokemon kamu.” Mike berimprovisasi dengan kalimatnya. Hendrik melihat itu mencoba memperingati Mike.

“Kamu berubah Hend. Kamu semakin berubah.” Samuel menyimpan handphonenya. Lalu mencoba menatap mike.

“Hendrik yang aku kenal dulu sudah tidak ada.” Samuel menghela nafasnya.

“Berubah bagaimana maksud kamu? Aku rasa disini kita bisa menyimmpulkan kalau kamu yang berubah. Dan kamu belum menjawab pertanyaan aku”

“Maaf kalau aku selingkuh dari kamu. Tetapi itu karena kamu yang berubah. Aku merasa kamu tidak butuh aku lagi. Kamu tidak butuh seseroang yang membantu kamu. Dan aku semakin merasa, kalau aku sudah tidak memiliki seseorang yang bisa aku lindungi. Dan ketika aku bertemu dia sekitar 1 tahun yang lalu. Aku menemukan seseorang yang bisa aku lindungi kembali.” Samuel menunduk. Mike merasa alasan dia sangat tidak masuk akal. Tetapi mike mencoba menahan ucapannya. Menunggu instruksi dari Hendrik.

“Kalau begitu kamu salah sam. Aku sedang mencoba mandiri. Aku mencoba untuk bisa menjadi pasangan yang pas untuk kamu. Aku tidak mau dengar lagi ucapan orang yang beranggapan aku begantung hidup sama kamu” Hendrik merasakan airmatanya menetes.

1 tahun ternyata dia sudah memiliki orang lain didalam hubungannya. Hanya karena dia sedang mencoba membuat Samuel bangga. Tetapi dia malah kehilangan Samuel.

Hendrik berlari menjauhi mereka, sedangakan Mike kebingunan harus bagaimana. Kalau boleh dia mau meninju wajah Samuel. Tetapi dia berjanji untuk tidak melakukan itu.

“Gue rasa loe salah sudah melepaskan dia. Gue tidak pernah tau hubungan loe sama Hendrik bagaimana, gue juga tidak peduli dengan hubungan para homo ini. tapi yang gue tau, orang yang selingkuh itu adalah orang yang hina. Lo homo ajah udah hina, apalagi loe selingkuh. Ckckck” Mike berlari mengejar Hendrik. Dia berkata diluar kesadarannya, dan membuat Samuel kebingunan.

Mike mencari Hendrik, tetapi dia tidak dapat menemukannya. Dia mencoba ke rumah Samuel, tetapi tidak ada. Untung saja Samuel masih belum pulang. Mike mencoba mencari ke tempat tinggalnya sendiri, tetapi tidak ada. Sudah 3 hari Mike dapat kembali ke rumahnya akibat dari permasalahan di café. AKhirnya dia dapat kembali.

Mike tidak dapat menemukan Hendrik dimanapun, dia pun tidak dapat menghubungi Hendrik, karena arwah tidak dapat memiliki handphone. AKhirnya mike hanya duduk di rumahnya berharap HEndrik akan pulang dengan sendirinya.

Sedangkan diluar sana, Hendrik sendirian berjalan tidak tau arah. Dia merasa pusing dengan semua permasalahan ini. dia ingin segera kembali ke tubuhnya dan menyelesaikan masalahnya dengan Samuel. Ketika dia berjalan, dia melihat seseorang yang sepertinya dia kenal. Orang itu adalah ibu Mike.

Hendrik melihat wajah ibu mike terasa sangat tertekan, dia terlihat seperti tidak tidur berhari-hari, sangat pucat dan lingkaran mata yang sangat terlihat. Dia berjalan sendiri dengan beberapa kantong plastic di tangannya. Hendrik mencoba melihat sekitar, dan dia tau kalau ini daerah rumah ibunya Mike.

Hendrik mengikuti sampai kerumahnya dan hendrik memutuskan untuk ikut masuk. Dia melihat sebuah rumah yang gelap. Sedikit sekali penerangan di rumah ini. dia berjalan mencoba melihat-lihat sesuatu. Dan dia tertuju ke sebuah foto di meja kecil dekat dengan tv.

Foto keluarga yang terlihat sangat harmonis. Ada mike kecil yang diiantara orang tuanya. Mike kecil yang kira-kira masih sebulan tersenyum diantara orang tuanya. Mike memliki wajah seperti ayahnya. Ayahnya mike memang sangat tampan ditambah dengan badan atletis. Membuat dia semakin mempesona. Pantas saja, banyak yang tergoda dengan dia.

Hendrik melihat-lihat lagi sekeliling. Dan dia melihat ibu mike sedang menatap sebuah foto di meja makan. Ibu mike menyantap semangkuk mie instant dengan memandang sebuah foto yang sangat membuat hendrik kaget.

Dia menatap foto mike kecil yang sedang di gendong oleh ayahnya. Ibu mike menangis melihat foto itu. Hingga dia tidak kuat, akhirnya dia berteriak sangat kencang. Dia menangis dengan mengeluarkan teriakan yang sangat menyayat hati Hendrik. Dia bisa merasakan sakit kehilangan yang sangat luar biasa. hendrik tau sakitnya kehilangan keluarga, kehilangan orang yang disayangi. Tetapi dia tidak bisa merasakan bagaimana seorang ibu harus melihat anak dan suaminya mendahului dia.

Ibunya Mike tersungkur dari kursinya, dia seperti mengais-ngais lantai rumahnya. Tanpa pikir panjang, Hendrik segera keluar dan mencoba mencari jalan ke rumah mike. Mike harus tau semua ini. tetapi apa yang dipikirkan Hendrik tidak menjadi kenyataan. Dia berharap Mike mau menemui ibunya dan memaafkan dia. Tetapi yang ada Mike menjadi marah, awalnya dia khawatir dengan Hendrik, sekarang Mike menjadi sangat marah.

“Ngapain lo bela dia?? Lagi pula loe gak berhak mencampuri urusan pribadi gue. Kira lakukan saja yang seharusnya. Bukan dengan seenaknya lo mencampuri urusan gue” Mike wajahnya memerah.

“gue bukannya mau mencampuri, tetapi gue secara tidak sengaja melihat itu semua. Dan gue rasa ibu loe gak benci sama lo dia Cuma merasa hilang kesadaran. Dan sekarang dia udah sadar, seharusnya lo bisa memaafkan dia. Dan gue rasa ini kenapa lo di beri kesempatan pakai tubuh gue. Supaya lo bisa memaafkan ibu lo.” Hendrik mendekati Mike yang terus menghindar dari dia.

“Gue sampai kapanpun tidak akan memaafkan dia. Gue gak peduli sama keadaann dia. Dan seharusnya lo berhenti mencampuri urusan gue.”

“Kalau emang gitu, sekarang lo pergi dari tubuh gue. Gue mau balik ke tubuh gue dan menyelesaikan masalah pribadi gue. Lo udah terlalu banyak mencampuri urusan pribadi gue.” Mike terdiam mendengar itu. Dia menatap Hendrik yang seakan menggertak dia. Tetapi Mike bukan orang yang bisa di gertak. Dia suka sekali menantang. Dengan cepat dia mengeluarkan kalungnya dan menariknya dengan kencang. Seketika kalung itu terputus dan semua menjadi seakan berhenti.

Malaikat Harry muncul diantara mereka. Waktu tetap berhenti, tetapi hanya mike dan Hendrik yang mempu bergerak.

“Kamu seudah melakukan kesalahan besar. AKu kira kamu akan berhasil. Tetapi memang ego mengalahkan segalanya.” Mike tidak peduli dengan apa yang dikatakan Malaikat harry.

“Aku tidak peduli, aku rasa memang harus saatnya aku pergi. Keluarkan aku dari tubuh ini” Mike menatap berani. Lalu sedikit melirik Hendrik yang terdiam.

“Baiklah. Tapi sebelumnya silahkan lihat ini.” Malaikat Harry mengeluarkan tabletnya. Dan tidak beberapa sebuah sinar putih menyelimuti mereka. Dan ketika cahaya itu menghilang, Mike sudahk kembali kedalam wujudnya yang semula. Dan mereka berada di sebuah rumah yang mike kenal itu sebagai rumah lamanya. Rumah dimana dia merasakan hidupnya berubah total.

“Kenapa kamu membawa aku kesini?” Mike melihat kearah Harry. Tetapi Harry hanya terdiam, dia hanya berjalan ke sebuah ruangan.

Didalam ruangan itu dia melihat ibunya sedang menggendong dirinya ketika masih kecil. Hendrik merasa terenyuh hatinya melihat itu. Ketika ibunya menggendong dan mengelus kepalanya.

“Kamu harus menjadi seperti ayah kamu. Kamu harus menjadi laki-laki yang kuat. Jangan lemah seperti ayah kamu. Ibu bergantung kepada kamu.” Ibu mike mencium keningnya lalu tiba-tiba kondisi keadaan sekitar menjadi berubah.

Mereka berada disebuah taman, dan terlihat mike kecil yang terlihat sudah semakin besar sedang menangis. Dia terus menerus meneriakan ayahnya. Sedangakan ibunya mencoba untuk menenangkan Mike yang berumur sekitar 7 tahun. Dia terlihat sangat kewalahan dengan beberapa belanjaan di tangannya dan mike yang terus menangis. Mereka berdua terus berjalan ke rumah mereka. Hingga suatu di persimpangan jalan. Sebuah mobil menabrak mereka.

Mike sangat terkejut melihat itu semua. Dia tidak mengingat semua itu. Dia tidak pernah merasa pernah mengalami hal itu. Dia menatap Harry dan mencoba mencari jawaban. Tetapi dia hanya terdiam. Mike menghampiri mereka berdua yang tergeletak di tanah. Pengemudi mobil itu kabur meninggalkan mereka berdua. Mike mencoba mengejar tetapi dia hanya sebuah ilusi.

“Woi! Jangan kabur lo!” Mike berlari tetapi sia-sia. Mobil itu sudah berjalan menjauh. Dan ketika dia kembali dia melihat ibunya sedang mencoba menggapai Mike kecil. Tetapi dia kehilangan kesadaran. Mike panic ingin menolong mereka tetapi dia tidak bisa apa-apa. Dan mereka kembali dibawa oleh Harry ke tempat lain.

Mereka dibawa ke sebuah rumah sakit. Mereka melihat Mike kecil sedang tidak sadarkan diri dan perban menghiasi kepalanya.

“Jadi sepertinya mike akan mengalami hilang ingatan. Dia akan lupa dengan beberapa kejadian yang menimpannya selama ini” Dokter menjelaskan ke seorang wanita tua. Yang Mike kenali itu adalah neneknya. Orang yang merawatnya.

“Lalu bagaimana dengan anak saya dok? Keadaannya bagaimana?” Nenek mike menatap dokter penuh harap.

“Kita berdoa saja yang terbaik. Sepertinya dia mengalami gangguan serius di pikirannya. Ada trauma yang terdalam yang akhirnya merubah kepribadiannnya.” Nenek mike menatap mike dengan tatapan datar

“Baiklah dok” setelah dokter pergi dari ruangan mike kecil. Nenek mike menghampiri.

“Kenapa kamu tidak ikut mati seperti bapakmu?” Mike yang mendengar itu sangat terkejut. Nenek yang selama ini merawatnya mampu bicara seperti itu.

“Kalau kamu tidak ada. Anak aku tidak akan merasakan berat hati untuk menikah lagi. Dasar, keturunan dari homo yah begini jadinya. Nyusahin.” Nenek Mike merapihkan tempat tidur lalu keluar dari ruangan.

Mike terdiam sedangakan Hendrik menjaga bicaranya. Karena dia sendiri bingung dengan yang terjadi disini. Semua ini tidak seperti yang diceritakan Mike kepada Hendrik. Harry mengerti akan kebingunan mereka. Akhirnya dia membuka tabletnya lagi lalu memulai perjalanan waktu kembali.

Dan selama perjalanan itu dia melihat neneknya merawatnya beserta mama mike yang mengalami gangguan psikologis. Dan di sela-sela kesibukannnya merawat. Nenek mike menyampaikan hal yang sangat mencengankan. Dia menghasut ibu mike untuk membenci mike. Dia mengatakan mike itu penyebab ayahnya meninggal. Nenek mike tidak mengatakan kalau suaminya pergi dengan orang lain.

Sedangkan kepada mike dia mengatakan kalau ibunya membenci dirinya. Akhirnya mereka saling membenci dan yang diharapkan nenek mike terkabul. Yaitu mereka saling membenci dan tidak tinggal bersama. Tetapi harapan nenek mike untuk ibu mike pulih tidak pernah menjadi kenyataan sammpai suatu perjalanan terakhir yang di tunjukan oleh Harry.

Kematian Mike yang mampu membuat Ibu mike kembali dalam kewarasan. Setelah berpuluh tahun berlalu. Kesadaran ibu mike kembali. Kehilangan adalah penyakit tetapi bisa menjadi kesembuhan.

Mike menangis ketika melihat ibunya meneriakan namanya. Dia menyebutkan Mice, nama kecil mike sambil menangis. Dia meraung-raung karena ketika dia sadar, ternyata dia sudah kehilangan momen berharga bersama anaknya. Dan ditambah lagi dia harus kehilangan anaknya pula.

“Miceee, Kembali. Ibu pingin peluk kamu nak! Kembaliii!!” Tangisnya ketika tersungkur di bawah meja makan. Dia memeluk foto Mike kecil yang di gendong oleh ayahnya.

Mike menghampiri ibunya. Dia ingin memeluk ibunya. Tetapi dia hanya sekedar bayangan. Dia tidak dapat menggapai ibunya dan mengatakan permintaan maaf. Sekarang dia sudah kehilangan kesempatan itu semua. Egonya yang membuat dia kehilangan itu. Egonya yang menjadikan dia seperti sekarang.

Semua kembali seperti semula. Mereka kembali di tempat mereka berada. Mike suudah terpisah dari tubuh Hendrik. Dan tubuh hendrik tergeletak tanpa jiwa.

“Sekarang kamu harus ikut saya. Dan biarkan Hendrik memiliki tubuhnya kembali.” Mike menangis tidak bisa berhenti. Air matanya terus mengalir. Dia tidak tau harus bagaimana, harus berkata apa. Dia merasakan kebodohan yang sangat besar.

“Hendrik, silahkan kamu kembali menjalankan kehidupan kamu. Saya harap kamu mendapatkan pelajaran dari ini semua. Kesempatan Cuma ada sekali. Gapai apa yang seharusnya menjadi milik kamu. Jangan pernah sia-siakan apa yang kamu punya. Karena apa yang kamu milliki, itu yang terbaik buat kamu” Hendrik mengangguk mengerti dengan apa yang di bicarakan. Dia bersiap untuk memasuki tubuhnya sebelum tiba-tiba Mike memasuki tubuh Hendrik kembali.

“NOOOO!” Hendrik berteriak melihat Mike merebut tubuhnya dan berlari sekencang mungkin. Mike berlari dengan menangis. dan hendrik dan Harry tau mau kemana dia.

“Maafkan aku” Mike menggedor pintu rumah ibunnya dengan histeris.

“Hei!! Kamu lagi?! Mau apa kamu??” Ibunya mike membuka pintunya dengan muka sembab. Dia tidak suka pintu rumahnya di gedor seperti itu. Tetapi mike tidak peduli. Dia langsung memeluk ibunya dengan sangat erat. Malaikat harry membisikan sesuatu ditelinganya

“Jangan beri tahu dia, atau dia lupa akan kamu selamanya. Gunakan kesempatan ini dengan baik”

Advertisements

5 thoughts on “Kesempatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s