cerita gay

Khayalan tingkat tinggi

Irama musik mengalun lembut di seluruh ruangan café. Menghipnotis semua orang yang yang sedang menikmati rasa pahit-manis kopi yang tersaji di depan mereka untuk menjadi lebih melankolis.

Aku menyeruput caramel macchiato dan mencoba menikmmati romansa dari sebuah novel di tanganku. mencoba tenggelam kedalam cerita, dan memposisikan diriku menjadi tokoh utama di cerita tersebut.

“Kamu mau sampai kapan menatap seperti itu?” Seorang laki-laki memegang tanganku dengan lembut. Seakan tidak peduli dengan sekeliling, dia memainkan jari-jari ku dan mengecup tanganku. sebagai seorang gay, aku merasa cukup terpesona dengan perlakuannya.

“Bisa kamu stop melakukan hal manis seperti itu?” Aku menarik tanganku dengan enggan. Meskipun aku suka diperlakukan manis seperti itu, tetapi aku cukup risih bila semua orang memperhatikan kami berdua.

“Aku gak akan pernah berhenti melakukan itu. Karena aku suka itu” Kami berdua tersenyum menatap satu sama lain. Mencoba menyatukan pikiran kami.

“Kamu mau kemana abis ini?” Dia kembali memainkan tanganku. kali ini aku diamkan saja.

“tidak tau. Kemana ya enaknya kita abis ini?” aku membalas memainkan jari-jarinya.

“AKu sih maunya berdua ajah sama kamu.” Mendengar hal itu aku langsung mencubit tangannya. Dia hanya tersenyum nakal dan mengajak aku untuk pergi dari tempat ini.

“Pulang ajah yuk? Dirumah ajah.” Dengan anggukan kecil aku setuju dengan ajakannya. Setelah selesai dengan kasir, dia menggandengku menuju mobilnya. Kami bercanda kecil ketika menuju mobil. Dan dengan manjanya aku memeluk lengannya yang kekar, mencoba menghilangkan dingin yang menyerang.

“Dingin kah?” aku menjawab dengan senyuman kecil.

“Yaudah, yuk cepetan ke mobil.” Kami berlari kecil menuju mobil. Dia membukakan pintu mobil untukku. Memastikan aku aman didalam mobil.

“Gimana? Udah nyaman?” DIa menggenggam tanganku.

“Udah kok” Aku mengecup tangannya. Dan dengan perlahan, dia memajukan wajahnya ke arahku. Dengan sangat lembut dia menyatukan bibirnya dengan bibirku. Tidak kasar sama sekali, tidak ada nafsu sama sekali. Aku merasakan perasaan cinta dari bibirnya.

“I love you” dia berbisik dan mampu membuat aku merasa terbang jauh tinggi. Aku merasakan perasaan sungguh sungguh dari bisikannya. Dan kecupannya, yang lembut itu yang mempu membuat aku merasakan perasaannya.

“I love you too” aku membalas kecupannya. Dan setelah itu dia mulai mengendarai mobil.

Sesampainya dirumahnya dia mengajakku kedalam kamarnya. Dia memilih beberapa dvd film dan setelah memutuskan bersama, kita memilih sebuah film action.

Dia mengambil beberapa snack dan minuman untuk menemani kami menikmati film kami. Dia tidak berhenti mengunyah ketika sibuk memfokuskan dirinya dengan film.

Dia memelukku dan meninggalkan snacknya. Hangat. Tanpa ada nafsu dan kenakalan.. aku merasa dilindungi oleh tangan kekarnya. Kami mendiskusikan film yang terus terputar di layar. Mengapa seserorang bisa berbuat baik dengan orang yang baru pertama bertemu. Kenapa dia mau mati-matian menyelamati orang yang dicintainya. Sedangkan kalau kenyataanya itu tidak akan pernah terjadi.

“TIdak, aku akan melakukan itu. Aku tidak akan pikir panjang untuk menyelamatkan kamu” Dia memelukku dengan sangat erat.

“Iya, sekarang kamu bisa bilang seperti itu. Tepi kedepannya kan tidak tau bagaimana”

“Meskipun kamu tidak percaya, aku akan tetap melakukan itu.” Dia mengecup kepalaku dengan lembut. Dan tidak beberapa lama suara petir menyadarkan lamunanku. Dan membawaku kembali ke café dan caramel macchiato yang sudah mulai dingin.

Aku memandang keluar jendela dan ternyata hujan sudah mulai turun membasahi bumi. Dan menambah suasana menjadi melankolis. Dan sangat mendukung untuk aku terus menyelam dalam romansa di tanganku.

Aku tersenyum sendiri dengan kelakuanku. Tetapi tidak ada yang salah dengan berkhayal kan? setiap orang pasti sangat ingin diperlakukan dengan penuh cinta. Merasakan dia sangat dicintai dengan setiap tindakan pasangan. Tetapi memang itu hanya ada di dunia khayalan, untuk menjadi kenyataan? Sedikit orang yang bisa merasakan. Dan bukan aku.

Aku kembali menyeruput caramel macchiato dan melanjutkan menempati diri di sebuah romansa. Mencari penghiburan dari hubungan yang salah ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s