cerita gay

Gay life

“Gak usah berpura-pura menjadi seorang pacar yang sempurna” Dia memandangku dengan tatapan santainya. Dengan jari-jari yang sibuk dengan layar smartphonenya dia terus bermain dengan gamenya

“Hah? Kamu ngomong sama aku?” aku menutup layar handphoneku. Mencoba mengerti perkataannya yang selalu penuh misteri. Tetapi dia tetap sibuk dengan handphonenya. Tanpa jawaban.

Hingga makanan kam tersaji di meja, dia tidak membahas topic itu kembali. Dan aku rasa, dia mungkin hanya menggumam sendiri. Toh dia memang sering seperti itu.

“Gimana? Suka sama makanannya?” dia menjawab dengan anggukan lalu tersenyum. Senang melihat dia senyum. Entah sampai kapan bisa melihat senyum itu. Dia makan seperti anak kecil, terkadang bingung sendiri dengan yang tersaji di piringnya. Entah itu bawang goreng atau daun bawang. Kalau terlihat aneh dia pasti akan memberikan ekspresi yang aneh.

“Kaya kaki kecoak bawang gorengnya” Ucapannnya sukses membuat aku terkejut. Dan beberapa orang yang mendengarnya langsung terlihat panic. Mereka langsung cek piring masing-masing takut kalau bawang goreng mereka itu kaki kecoak.

“Heh! Kamu pelanin suaranya. Jangan keras-keras. Bikin orang panik tau.” Dia menyadari suaranya terlalu keras. Dia memberikan senyuman ke orang sekitarnya dan lanjut makan.

“Abis ini kamu mau kemana?” aku menatap dia yang asik dengan tusuk giginya.

“Aku mau ke gramedia, mau cari buku. Lagi pingin baca novel.”

“Yaudah, abis dari sini kita langsung kesana ya.” Dia memberikan tanda OK dengan jarinya.

Dia kembali sibuk dengan smartphonenya, lalu menatapku sebentar dengan tatapan yang mencurigakan. Tidak berkata apapun lalu kembali asik dengan smartphonenya.

“Kamu lagi apa sih?” aku mencoba melihat lagi sibuk aoa dia. Dan ternnyata masih asik dengan gamenya. Tapi entah kenapa aku merasakan sesuatu berbeda dengan dia. Aku merasakan seperti akan ada adu mulut kembali di mobil.

Tetapi apa yang aku perkirakan tidak terjadi, dia masih menjadi pacar yang manis. Seperti kucing yang terus memeluk tanganku dengan manja. Sesekali dia melihat keluar jendela dengan asik menatap gedung tinggi.

Ketika sampai di gramedia, dia langsung menghilang pasti sedang asik dengan duniannya. Dan aku hanya bisa melihat kanan-kiri sambil asik dengan smatphoneku. Membuka beberapa aps, tutup sana tutup sini. Baca berita, baca update social media. Kadang asik dengan beberapa buku. Tetapi anak itu belum muncul kembali. Dia masih asik dengan dunianya. Seperti terhisap kedalam tanah.

Aku asik dengan bebrapa aplikasi, dan melihat beberapa anak lucu yang menarik perhatian. Dan terus melihat-lihat anak yang menarik perhatian. Dan mencoba menyapa mereka, siapa tau bisa diajak kenalan.

Ada beberapa yang membalas dan asik untuk diajak ngobrol. Dan aku rasa bisa untuk diajak ketemuan. Karena dia lucu, dan terlihat tidak sombong.

“Wanna meet up?”

“sure, kapan?” balasnya dengan cepat

“Kapan bisanya de?”

“Besok? Ada acara?”

“boleh, tapi aku jelek kak. Masih baru lulus”

“kakak juga jelek, it’s okay lah. Kita ketemuan ajah dulu.. okay?”

“Besok siang di sekitar cental park?”

“Boleh”

Ketika aku asik dengan apllikasi, tiba-tiba anak yang hilang ditelan buku kembali. Dia muncul dibelakangku dan sukses membuat aku terkejut.

“Lagi apa sih? Yuk aku mau bayar” dengan cepat aku sembunyikan hp ku ke kantong. Aku rasa dia tidak sempat melihat. Dia sudah berjalan cepat kembali kearah kasir. Dia selalu berjalan cepat dengan langkah kakinya yang panjang.

Dia hanya tersenyum kecil melihat ku dari jauh. Tetapi ada sesuatu yang dia sembunyikan. Entah apa itu. Dia selalu menyembunyikan perasaannya dibalik semua senyum dan tingkah anehnya.

Ketika di mobil pun dia melihat-lihat buku yang dia beli. Kali ini aku ingin memanjakannya dengan membelikannya buku. Dia terlihat bingung dengan beberapa buku, akhirnya aku mengambil semua buku itu. Dan sukses membuat dia kembali tersenyum.

Setelah asik dengan melihat-lihat buku itu, dia kembali memeluk manja di lenganku.

“Kamu kenapa sih hari ini manja banget dari tadi?”

“Gak boleh?” dia menambah eratan di tanganku.

“ya gak apa-apa sih. Suka ajah liatnya. Kesayangannya aku” aku mengusap pipinya.

“Hahaha” dia hanya tertawa lalu kembali terdiam. Dan asik kembali dengan pikirannya yang entah melambung kemana.

“Kamu sampai kapan mau sama aku?” dia tidak menatapku. Dan aku bisa merasakan ini saatnya aku harus menghadapi permainan pikirannya.

“Maksud kamu? Ya aku mau sama kamu sampai sebisanya kita. Sampai nanti memang keadaan yang memaksa”

“Sampai aku mati? Yakin?” dia tersenyum datar.

“Kamu jangan ngomong seperti itu. Aku gak suka.”

“yaudah terus mau sampai kapan? Kamu gak mau cari orang lain?”

“kenapa kamu selalu nyaranin aku untuk cari orang lain? Kamu bosan sama aku?” aku mulai terpancing dengan permainan kata-kata dan pikiran anak ini. dia tidak menjawab,, dia hanya menatap jalanan yang mulai lenggang dari pasukann bermesin.

“Aku gak akan pernah cari orang lain. Aku cukup punya kamu. Dan aku rasa kamu udah lebih cukup dari semuanya. Dan aku mau itu juga yang kamu rasa. Aku udah cukup tua untuk cari-cari terus. Kalau udah ada yang cocok kenapa harus aku cari orang lain?”

“ya itu kamu bisa nngommong sekarang. Tapi aku mau bilang, kalau kamu mau cari orang lain aku tidak akan pernah larang kamu. Karena aku tau kekurangnan aku. Dan aku rasa kamu bisa mencari kebutuhan kamu di orang lain.” Dia menatap aku dengan pandangannya yang penuh misteri. Sekali salah jalan aku bisa terbantai dengan kata-kata aku sendiri.

“Gak usah bahas seperti itu lah, aku malas kalau kamu mulai bahas seperti itu.”

“Yaudah, intinya kamu inget ya. Aku gak akan pernah larang kamu. Inget itu. Bebas saja kamu mau pergi dengan siapa. Tapi jangan sampai aku tau.”

“gak akan. Aku Cuma mau kamu” dia tidak membalas, dia hanya memeluk tanganku dengan manja kembali

“Oh iya, besok aku ada acara sama kakak aku. Jadi kayaknya mau pergi seharian.”

“Oke deh”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s