YOU and you

2. Perubahan Total

“Happy Wedding!” Beberapa anak divisi kami menyerbu bos kami yang baru saja merasakan menjadi ratu sejagat semalam.

“Thanks guys! Makasih udah sempetin datang. Enjoy the party ya” setelah berbicara sebentar, pasangan itu kembali menyusuri tamunya satu persatu.

Aku pada dasarnya bukanlah orang yang suka dengan keramaian seperti ini. Bila berada dikeramaian aku lebih memilih mojok dan menikmati pesta yang ada.

“Adiknya Anthony?” Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang wajahnya terlihat tidak asing.

“Hmmm, temennya Anthony yang jemput dia kemarin ya?” dia mengangguk dan langsung berbaur disampingku.

“Lelah”

“Lelah kanapa?” aku memandangnya dengan tatapan bingung.

“Mempelai pria itu om gue, dan gue harus bantu sana-sini, siapin sana-sini. Padahal orang kaya, tetapi gak mau pakai Wedding Organizer” Dia tersenyum. Dia mengenakan jas hitam dengan bunga di bagian dadanya.

“Ohh begitu” Dia kembali mengangguk.

“Sendiri?” Gak gabung di sana?” dia menunjuk kerumuan yang sedang asik ngobrol dan ketawa-ketiri

“Bareng sama anak kantor. Mempelai cewenya pimpinan divisi gue dikantor. Dan gue emang gak suka dengan pesta seperti ini”

“Oh lu anak buah dy? Hmmm” dia tersenyum mengandung arti.

“Iya, kenapa?”

“Gak apa-aoa. Yaudah gue balik dulu ya. Enjoy the party” aku hanya memberikan senyum dan membiarkannya berlalu.

Sepertinya memang aku harus keluar dari semua ini. Dengan cepat aku mengambil ancang-ancang untuk pulang kerumah. Dan ketika sampai di rumah aku melihat Anthoney sedang asik dengan handphonenya di ruang tamu.

“Eh si Lady ribbon. Gimana pestanya?” dia memberikan tempat disampingnya.

“Gue ketemu temen lu tadi.” dengan pelan aku menjatuhkan diriku ke sofa dan mengambil bantal.

“Siapa?” pertanyaan Anthony menyadarkan kalau aku belum tau namanya.

“Oh iya lupa nanya nama. Pokoknya yang waktu itu jemput lu di rumah kemarin”

“Oh, Bastian? Mulai senin nanti dia gak kerja lagi di tempat gue. Pindah kerjaan dia”

“Ohh, lalu gue harus anterin lu lagi?”

“Iyalah!” aku mendengus.

“De, kakak sama cici Agnes mau nikah” AKu seperti mendengar geledek menyambar. Aku sangat terkejut mendengar semua itu

“Hah? Kok mendadak?” Aku langsung menegakan badanku

“Jangan teriak. Gak mendadak. Gue udah doain juga, dan gue rasa Ci Agnes memang pasangan yang tepat setelah 5 tahun kami bersma” Wajahnya bersemu merah dan tersenyum malu-malu

“Mama-papa udah tau?”

“Ya udah dong. Mereka juga bantuin doa kan. Dan minggu depan gue mau kerumah ci Agnes buat ketemu orang tuanya”

“Gue jadi orang terakhir gitu?” aku melempar bantal yang sedang aku peluk

“bawel lah! Pokoknya lo udah tau sekarang” Dia melempar balik bantalnya lalu aku memandangnya dengan perasaan yang sangat bersyukur

“Bersyukur banget gue akhirnya lu sama ci Agnes akan bersatu. Gue akan selalu berdoa buat kebaikan lo berdua biar Tuhan akan memberkati pernikahan kalian nanti”

“Thanks de. Lalu lu kapan mau nyusul gue? Udah ada pasangan?”

“Belom ni, gue lagi doain temen kantor gue.”

“masih si sherin?”

“Iya, doain semoga Tuhan kasih jawaban segera” Anthony mengangguk setuju.

“Yasudah gue mau istirahat.”

***

“Selamat pagi semuanya. Saya minta perhatiannya sebentar” Bu Gina, pimpian divisi kami menyuruh kami berkumpul. Ini biasa dia lakukan ketika di mau memberikan penngarahan atau hal lain yang penting.

“Sebelumnya terima kasih buat semuanya yang sudah datang kemarin. Dan bbuat semua doanya kalian semua. Saya harap, kalian semua menikmati pesta kemarin” Dia tersenyum, memberikan aura pengantin baru yang sangat manis dan seperti ada efek bunga-bunga bertebaran

“Mungkin beberapa dari kalian sudah ada yang pernah mendengar desas desus ini. bahwa setelah menikah saya akan berkomitmen akan menjadi seorang ibu rumah tangga yang tidak akan disibukan dengan kerjaan seperti ini. Maka dari itu, dengan resmi saya mengundurkan diri dari perkerjaan ini”

“What? Desas desus apaan? Kok mendadak?” Aku sangat terkejut! Sudah dua kali aku dibuat terkerjut.

Aku bukan tipe orang yang suka dengan bergosip dan semua teman aku tau itu. Dan itu yang menyebabkan terlambatnya aku dengan segala macam berita.

“Musa, please deh. Kebiasaan deh. Makanya kalau kita lagi ngerumpi tolong di simak” AKu mendengus kesal mendengar itu. Tetapi ketika Sherin tertawa mendengar respon ku, aku merasakan ada hembusan surgawi menghampiri aku

“lemot” aku membaca gerakan bibirnya. Dan aku hanya membalas dengan memeletkan lidah

“Jangan sedih, kalian akan mendapatkan pimpinan baru. Dia adalah adik ipar saya. Dia orang yang sangat luar biasa. dan saya yakin dia mampu memimpin kalian lebih baik dari saya.” Ibu Gina mennunjuk seseorang di pintu. Dan langsung saja wanita-wanita mmengerang pelan seperti menahan sesuatu

Ada yang merespon ganteng, keren dan sebagainya. Sedangkan kami laki-laki hanya bisa menyimak.

“Halo semuanya. Nama Saya Bastian Gunadarma. Tidak perlu panggil say abos. Cukup Bastian. Kita jadikan kondisi disini akrab dan seperti seorang teman.” Pembawaannya yang supel dan sangat memikat. Ada aura seorang pemimpin. Dia terlihat masih cukup muda untuk berada di posisi seperti ini. dan dia terlihat …

“Astaga. DIa kan temen koko gue. Kemaren gue ngobrol di nikahannya Ibu Gina”

Pantas saja si dick itu bilang kalau mulai hari senin dia bilang kalau dia sudah tidak kerja bareng dengan si dick. Ternyata orangnya pindah kesini.

“Yasudah silahkan semua balik ketempat masing-masing” Ucapan Ibu Gina membuat kami semua balik badan dan meluncur ke meja kami masing-masing

“Makan siang nanti bareng ya” Bastian meremas pundak ku lalu memberikan senyuman dan ibu jarinya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s