YOU and you

5. Duri

“Iya Sherin aku suka kamu, suka cara kerja kamu. Tadi Dian lagi ngomongin kamu. Katanya kamu kalau kerja banyak ngobrol terus jalan-jalan. Tapi tadi aku bilang ke dia. Menurut aku kinerja kamu bagus. Aktif dan sangat ramah. Begitu” Aku memberikan senyuman terbaik dan jurus terbaik untuk menghindar dari situasi awkward ini

“Emang ya si gendut itu satu. Gossip terus kerjaannya. Kemana dia?” Sherin langsung berjalan kearah dian melarikan diri. Dan tidak beberapa lama aku mendengar suara Dian yang berteriak kesakitan.

Untung saja aku bisa menghindar dari situasi itu. AKu merasakan jantungku sangat berdebar kencang. Dan aku sangat tidak siap untuk mengutarakan perasaan aku kepada sherin. Tuhan terlalu mendadak memberikan kesempatan ini. dan aku melewatkan itu.

“Semuanya, nanti setelah makan siang kita akan meeting.” Tiba-tiba bastian keluar dari ruangannya. Dan hanya berbalaskan anggukan dari orang yang ada disitu. Biasanya kalau makan siang seperti ini, bastian akan datang ke mejaku dan merekomendasikan berbagai tempat makan yang menarik. Tapi kali ini dia bahkan tidak melihat kearah meja ku dan berjalan menjauh.

Sebagai seorang teman yang mungkin cukup dekat. Aku cukup kehilangan. Karena Bastian memang teman yang baik. Dan aku rasa aku cocok berteman dengannya. Dan ketika keadaan seperti ini, mungkin aku harus membiarkannya. Mungkin aku terlalu berlebihan kemarin.

“Makan siang apa kalian?” AKu menghampiri beberapa temanku yang sedang berkumpul

***

Bas, lo lagi dimana?

Sebuah pesan singkat aku kirimkan ke bastian. Biasanya, pesannya akan berbalas dengan cepat. Tetapi kali ini aku harus membuat susu dan ngobrol sedikit dengan orang rumah baru pesan itu terbalaskan

Lagi di sekitar kuningan. Kenapa?

Gue mau minta pendapat lo buat meja makan Anthony. Kalau lo bisa nanti datang kerumah gue?

Gak bisa.

Simple. Sangat simple pesan yang dia balaskan. Aku langsung sangat kesal. Aku rasa, dia terlalu berlebihan dengan keadaan ini. Aku tidak membalas pesannya. Aku langsung menyingkirkan handphoneku.

Aku mengitari kamarku dan merasakan kesal luar biasa. aku ingin rasanya memaki-maki. Biasanya dia yang selalu meminta untuk ditemani, biasanya dia sangat baik dan tidak jutek seperti ini, pesan yang dia kirimkan akan selalu menarik untuk dibalas. Tetapi dia seperti ini sangat membuat aku kesal.

Aku mencoba duduk di sofa dan menenangkan pikiran. Kau terdiam sejenak. Dan aku rasa aku harus berdoa.

“Tuhan, maafkan untuk kekesalan yang memenuhi hati dan pikiranku. Maaf kalau aku belum bisa menjadi teman yang baik untuk teman-teman sekitarku. Terlebih untuk Bastian. Tuhan tau permasalahan yang sedang aku alami. AKu berteman dengan seorang homoseksual dan itu sangat bertentangan dengan firmanMu. Tetapi dia teman yang baik, aku rasa tidak ada yang salah dengan dia. Tuhan lembutkan hati Bastian agar dia mau memaafkan aku dan kembali menjadi teman yang baik. Amin”

Setelah berdoa aku sedikit tenang. Lalu untuk menambah ketenangan, aku memainkan lagu-lagu rohani di mp3 player. Irama yang memenuhi kamar mulai membiusku dan sedikit demi sedikit menenangkan pikiran. Ditambah dengan buku ditangan, mungkin ini yang aku butuhkan Keluar dari dunia ini sementara dan tenggelam didalam lamunan buku-buku. Hingga tidak beberapa lama aku tenggelam keadalam alam mimpi.

Aku mendapati diriku sedang berjalan di sebuah dermaga yang sangat sepi. Dengan sinar matahari yang mulai lama-lama terbenam dan kicauan burung yang bersiap untuk kembali ke sarang mereka. Dan aku merasakan tangan kiriku sedang menggenggam sebuah tangan. Aku melihat Sherin yang tersenyum dan perlahan melepaskan tangannya. Dia berjalan menjauh dariku. Aku ingin mengejar tetapi didalam hatiku terlalu takut mengejarnya.

Hingga sebuah tangan menggenggam tangaku dengan sangat erat. Aku melihat seorang laki-laki dengan pakaian putih membelakangi matahari. Aku merasakan sangat tenang meskipun aku tidak bisa melihat wajahnya. Dan ketika aku mendekat. aku melihat Bastian menggengam tanganku. dia berkata

Adaaaa teleponnnn angkat!! Adaaa teleponnnn angkatttt!!!

Ringtone panggilan handphone menariku dari mimpi yang sangat aneh. Aku mencari handphoneku yang tertutup oleh buku. Dan aku melihat nama bastian disana. Aku melirik jam dinding dan menunjukan jam 3 pagi.

“Ngapain ini anak telpon subuh-subuh” aku mematikan mp3 playerku yang masih memutarkan lagu rohani dan menjawab telpon dari bastian.

“Halo, ngapain lo telpon jam segini?” Bastian tidak merespon perkataanku. Tetapi suara bapak-bapak yang sangat berat yang menjawab.

“maaf pa membangunkan malam seperti ini. Tetapi pemilik handphone ini menyuruh saya untuk telpon bapak untuk membukakan pintu. Dia sedang mabuk berat pa. saya sudah di depan rumah bapa”

Mendengar itu aku langusng berlari ke jendela dan diluar aku melihat sebuah taksi terpakir tepat di depan pintu. Aku melihat seorang bapak-bapak melambaikan tangannya. Dengan segera aku langusng menghampiri mereka.

Tubuh Bastian sangat berat. Dia memiliki tubuh lebih tinggi dariku dan lebih berisi. Dengan bantuan Anthony aku membawanya kedalam rumah.

“Mau di taro dimana?” Anthony terlihat sangat mengantuk. Matanya masih menunjukan ingin segera tidur. Tetapi Bastian teman kami berdua. kami sangat panic melihat kondisinya seperti ini.

“Kamar gue ajah deh, lebih luas kasur gue” Kami berdua membawa Bastian ke kamarku. Setelah di lempat ke kasur, Anthony langsung meninggalkan aku berdua.

“Ck rese banget nih anak” Bau akohol tercium sangat kuat ditubuh bastian. Dia meracau tidak jelas dan terus menggumam. Aku melihat bajunya sudah sangat kotor oleh berbagai macam noda tidak jelas. Aku rasa itu tumpahan bird an sesuatu makanan.

Aku mencoba mengganti pakaiannnya. Tetapi aku berhenti sejenak Aku merasa takut bila tiba-tiba dia menyerangku.. dia gay dan dia mabuk. Dan aku seorang laki-laki yang membukakan pakiannya. Tetapi aku segera menepis pikiran itu.

“Gue rasa gay gak bahaya kalau lagi mabok. Tinggal gue tonjok kalau dia macem-macem” bisikku

Dengan perlahan aku melepaskan kemejanya. Terlihat dia sangat rajin berolahraga. Tubuhnya sangat atletis dan terpahat dengan bagus. Aku menatap sebentar lalu mencoba melepaskan celananya. Dan menyisahkan bastian hanya dengan boxernya.

Aku mencoba membasuh tubuhnya yang sangat bau akohol dengan kain basah. Tetapi sejurus kemudian Bastian sudah menerjangku dan memposisikan aku dibawahnya

“Siapa bilang gay kalau lagi mabok gak bahaya?” kedua tangan baastian menahan tanganku. Kakiku dikunci sehingga tidak bisa bergerak. Dia tepat berada diatasku dengan pandangan kosong. Dan seperti habis menangis.

“Bastian sadar! Lepasin!” aku mencoba meronta tetapi semua sia-sia. Tenaganya lebih besar dan mampu meredam semua pergerakanku. Dia semakin mendekat dan tiba-tiba terjatuh ketubuhku. Kepalanya berada disampingku.

“Lo pikir gue mau jadi gay? Lo pikir ini semua yang gue buat-buat? Kalaupun bisa memilih, gue lebih memiilih menjadi normal. Gue gak mau keluarga gue menolak gue karena gue gay, gue gak mau tidak dianggap anak sama orang tua gue karena mereka tau anaknya menyukai sesama laki-laki. Gue juga gak mau harus terus melihat orang menatap aneh ke gue seakan gue cacat karena perasaan ini. semua teman laki-laki gue pergi karena takut gue seorang gay” Bastian terisak, dengan perlahan dia melunak dan melepaskan pergelangan tanganku.

Situasi ini sangat sangat canggung. Aku terbiasa mendengar curhatan dari banyak orang. tetapi tidak dengan orang itu berada diatas tubuhku seperti ini. AKu ingin meloloskan diri dari situasi ini. tetapi isak tangis bastian yang seakan keluar dari hati itu yang membuat aku tidak bergerak. Aku memeluk tubuhnya yang sangat kekar. Dan aku merasakan dia membalas memelukku.

“Tuhan tidak adil, kenapa dia menaruh perasaan ini? Kenapa gue harus sadar gue gay sedari gue kecil? Kenapa Tuhan memberikan perasaan ini kalau ini salah? Kenapa Tuhan sangat jail? ” Bastian semakin terisak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s