Buku

Satu

Ting!

Sebuah notification terdengar kelaur dari smarthphone ku. Dengan enggan aku mengintip dari lock screen dan aku melihat nama seseorang yang tidak aaku nantikan.

“Halo rick, lagi apa?”

“Mau tidur nih”  Aku membalas singkat, dan mencoba mengakhiri pembicaraan.

“Oh, ganggu ya. Yaudah goodnight” Waktu masih menunjukan pukul 19.00. meskipun terlihat berbohong. Setidaknya aku mencoba menjauhi dia.

“Come on Yosua Suherman. Kenapa gak ada kabar?” aku bergumam sendiri dan mengetuk pelan layar ku yang sedang memunculkan history pesanku dan Yosua, my boyfriend.

Pekerjaan yang menyebabkan kami harus LDR. Dengan berbekal kepercayaan aku melepas dia.  Meskipun ini pertama kali aku menjalani hubungan serius. Kami sudah bertahan hampir 2 tahun. Meskpipun untuk 3 bulan ini dia berada jauh di bali.

Hai baby

Sapaan khasnya ketika dia sudah hilang seharian.

Busy huh?

Ada rasa kesal yang bercampur dengan rasa kangen dan sedikit senang. Aku mencoba membuatnya merasa bersalah.

No, hanya saja bali terlalu memukau. Dan aku terlalu takut untuk membuka mata.

 

Kenapa bisa takut membuka mata kalau bali begitu memukau?

 

Karena kalau aku membuka mata dan jatuh cinta dengan bali. Aku rasa hatiku tidak muat. Karena kamu sudah memenuhi hatiku.

 

Ah hsit! Gombal kau! Cepat kau pulang. Ku bikin kau buta!

 

Sudah toh? Buta dengan kamu.

 

Enough Yos.

Lalu dia tertawa. Dan kami bercerita hari-hari kami. Begitu bahagia dan begitu indah.

Yos, kamu belum jawab aku. Bagaimana? Kamu setuju untuk menemani temanku ketika dia di Bali? Dia sendiri kesana. Dan aku rasa harus ada yang menjaganya ketika dia ada disana.

Its okay. Asalkan aku tidak sibuk dan aku sempat aku akan menjaga dia. Kasih tau aku dia landing jam berapa di bandara. Okay?

 

Okay honey

 

Btw aku mau sesuatu dari Jakarta. Bisa?

 

Apa? Bilang saja. Nanti aku carikan.

 

Tolong bawa hatiku yang tertinggal disana. Karena aku ingin melihat dia secepatnya.

Ada sebuah emoticon cium yang tersemat. Dan membuatku seakan meledak. Aku langsung melakukan panggilan kepadanya.

Ada sebuah emoticon cium yang tersemat. Dan membuatku seakan meledak. Aku langsung melakukan panggilan kepadanya.

***

Segala sesuatu ada waktunya, segala sesuatu akan segera habis dan dia akan menghilang. Pergi, jauh dan menyisahkan luka.

“masa? Dia tinggal sama temennya kok gak sendiri. Kadang mereka gak keluar dari kamar. Gue takut mereka mati ko. Hahaha dan risihnya kadang temennya manggil temen lu baby gitu. Terus mereka sering bercanda ala gay gitu ko. Temen lu gay deh kayaknya ko”

“Hahaha nggaklah. Bukan lah. Udah di temenin malah buat gossip lu.” ada sedikit ke khawatiran muncul. Tapi aku percaya Yosua mencintaiku. Dengan segala sikapnya dan perkataannya kepadaku.

“iya sih. Duh dosa deh gue”

Aku berusaha tidak memperdulikan apa yang dia katakana. Tetapi kenapa rasanya jari ini terasa gatal untuk menanyakan itu

Ya. Semua hal yang kamu pikirkan itu benar. Semua kecurigaan kamu itu benar.

 

But, why? Kenapa?

 

I don’t know. Kamu manis, kamu itu sangat baik. Kamu pacar terbaik yang pernah aku miliki. Tapi kamu tau, aku tidak akan pernah bisa bertahan dengan standard yang kamu berikan. Aku sangat sayang kamu, kamu tau itu. Tetapi maaf, aku juga butuh hal sexual juga. Dan dia mampu memberikan aku. Disini atau pun di Jakarta. Maaf aku tidak jujur.

Aku menatap layar smartphoneku dengan tidak percaya. Aku seperti melihat chat dari orang lain.

Tapi selama kamu disini pun aku selalu kasih kalau kamu minta, right? Kenapa kamu tidak bilang saja?

 

Setiap kita melakukan hal itu. Kamu selalu terlihat tidak nyaman. Selalu terlihat tersakiti. Karena aku sayang kamu. Aku tidak mau hal itu terjadi dengan kamu.

 

Jangan bilang kamu sayang kalau kamu seperti ini. tanyakan pada dirimu sendiri. Apakah saat ini kamu benar-benar sayang atau kamu hanya tidak tega untuk memutuskan semuanya?

 

Aku sangat sayang kamu. Tapi yang seperti aku bilang. Aku tidak tahan.

 

Jadi selama di Jakarta kamu juga melakukan hal ini?

 

Iya, maaf.

***

Dapatkah kita menemukan potongan puzzle yang cocok di semua tempat kosong? Menempatkannya dimana pun bagian yang belum terisi atau hilang. Sehingga tidak ada luka dan tidak ada bagian yang tersakiti

Hai Rick, lagi apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s