Buku

Satu

Ting! Sebuah notification terdengar kelaur dari smarthphone ku. Dengan enggan aku mengintip dari lock screen dan aku melihat nama seseorang yang tidak aaku nantikan. “Halo rick, lagi apa?” “Mau tidur nih”  Aku membalas singkat, dan mencoba mengakhiri pembicaraan. “Oh, ganggu ya. Yaudah goodnight” Waktu masih menunjukan pukul 19.00. meskipun terlihat berbohong. Setidaknya aku mencoba menjauhi… Continue reading Satu

Next Stop

Ketiga

Sudah hampir 4bulan aku tidak melihat orang ceroboh itu lagi di busway. Entah kemana dia, mungkin dia sudah mendapatkan alternative kendaraan lain untuk mencapai tempat kerjanya. Tetapi selama empat bulan ini aku selalu melihat ke arah pintu masuk ketika bus yag aku tumpai berhenti di haltenya. Atau aku akan mencoba menunggunya di halte grogol untuk… Continue reading Ketiga

Next Stop

Kedua

Hari senin sudah terkenal dengan segala keruwetan. Hari dimana semua kendaraan menjadi berlipat ganda dan semua orang mendadak kesiangan. Mungkin karena masih asik dengan weekend akhirnya lupa kalau harus segera beraktivitas. Dan aku harus mengalami itu juga. Busway terasa sangat ramai, butuh waktu 45menit untuk aku masuk ke dalam bus. Itu pun karena aku memaksakan… Continue reading Kedua

Next Stop

Pertama

Hembusan angin terus mengibarkan rambutku yang sudah mulai gondrong. Dengan santai tukang ojekku terus mengendarai motornya melewati sungai buatan yang mulai terlihat bersih. Aku melirik arloji ku yang menunjukan angka 06:23. Dan itu merupakan waktu yang pas untuk berangkat kerja. Jalanan belum terlalu macet dan bus transajkarta belum terlalu padat. Baru beberapa hari aku menjadi… Continue reading Pertama

YOU and you

13. Amin

“Aku bilang Musa untuk tidak menjauhi Bastian karena aku mau dia mengembalikan Bastian ke jalan yang benar. Bukan untuk dia ikut sama si Bastian.” Anthony berdiri didepanku yang sedang terduduk di sofa. “Musa, kamu jelaskan apa yang terjadi sebenarnya.” Mama yang disampingku mengelus pundaku. Sedangkan papa hanya terduduk terdiam menatapku. “Aku sudah bilang semuanya ini… Continue reading 13. Amin

YOU and you

12. Do you love me?

Aku terus memegang tangan bastian sepanjang jalan menuju rumah sakit. Ketika melihat Bastian berdarah membuat aku panic dan memanggil beberapa orang. karena akku panic, aku membiarkan orang lain yang mengendarai mobilku sedangkan aku menemani Bastian. “Bas, sadar bas. Jangan tidur, stay with me.” AKu menepuk wajahnya kembali menekan luka di perutnya. Berharap pendarahan itu tidak… Continue reading 12. Do you love me?

cerita gay

11. Pilihan

Ketika aku sedang menatap layar computer berusaha untuk mencari semangat menyelesaikan kerjaan. Sebuah pop-up pesan muncul dilayar handphoneku. Aku melihat nama Anthony disana. Ketika aku membuka pesannya, muncul sebuah gambar bayi yang sedang tertidur dipelukan ibunya. Dapat salam dari Yemima Kristantina Dewantara Aku kaget melihat pesan itu. Aku tidak menyangka kalau hari ini istrinya akan… Continue reading 11. Pilihan