Next Stop

Ketiga

Sudah hampir 4bulan aku tidak melihat orang ceroboh itu lagi di busway. Entah kemana dia, mungkin dia sudah mendapatkan alternative kendaraan lain untuk mencapai tempat kerjanya. Tetapi selama empat bulan ini aku selalu melihat ke arah pintu masuk ketika bus yag aku tumpai berhenti di haltenya. Atau aku akan mencoba menunggunya di halte grogol untuk… Continue reading Ketiga

Next Stop

Kedua

Hari senin sudah terkenal dengan segala keruwetan. Hari dimana semua kendaraan menjadi berlipat ganda dan semua orang mendadak kesiangan. Mungkin karena masih asik dengan weekend akhirnya lupa kalau harus segera beraktivitas. Dan aku harus mengalami itu juga. Busway terasa sangat ramai, butuh waktu 45menit untuk aku masuk ke dalam bus. Itu pun karena aku memaksakan… Continue reading Kedua

Next Stop

Pertama

Hembusan angin terus mengibarkan rambutku yang sudah mulai gondrong. Dengan santai tukang ojekku terus mengendarai motornya melewati sungai buatan yang mulai terlihat bersih. Aku melirik arloji ku yang menunjukan angka 06:23. Dan itu merupakan waktu yang pas untuk berangkat kerja. Jalanan belum terlalu macet dan bus transajkarta belum terlalu padat. Baru beberapa hari aku menjadi… Continue reading Pertama